SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 29 Mei 2017   -HARI INI-
  Minggu, 28 Mei 2017
  Sabtu, 27 Mei 2017
  Jumat, 26 Mei 2017
  Kamis, 25 Mei 2017
  Rabu, 24 Mei 2017
  Selasa, 23 Mei 2017
POKOK RENUNGAN
Iman kepada Tuhan-lah yang memberi kita kekuatan dalam menghadapi segala masalah.
DITULIS OLEH
Pdt. Denny D. Kristianto
Kontributor
Renungan Lain oleh Penulis:
  Bebas
Home  »  Renungan  »  Rindu Bebas
Rindu Bebas
Senin, 29 Mei 2017
Rindu Bebas
Mazmur 3:1-8

Adalah seorang berhati lurus yang hidup di pulau rayuan kelapa. Ia bersih tulus namun kurang cerdik. Disudutkahlah si hati lurus oleh fitnah yang digembar-gemborkan oleh ribuan orang di jalan-jalan. Fitnah yang dimainkan oleh orang-orang cerdik namun tidak tulus, yaitu orang-orang yang licin dan licik. Terbelahlah pendapat orang banyak. Ada yang bersimpati ada pula yang antipati padanya. Para hakim pun tampaknya dibuat tak berdaya dalam gelora lautan kebencian yang menekan. Hingga kebenaran dan keadilan tak lagi mudah menemukan jalan dan ruang untuk menyatakan dirinya apa adanya. Di meja hijau kebenaran dan keadilan yang harusnya berkilau-kilauan, kini tampak suram buram. Di sanalah putusan hakim telah diambil. Si hati lurus dinyatakan secara sah dan meyakinkan terbukti bersal...selengkapnya »
Yesus Kristus tidak berkata, ”Pergilah dan selamatkan jiwa-jiwa.” Karena keselamatan jiwa adalah pekerjaan supranatural Allah. Tetapi Dia berkata, ”Pergilah jadikan semua bangsa muridKu....” Kita tidak dapat memuridkan orang lain jika kita sendiri bukan seorang murid. Ketika para murid kembali dari perjalanan misi pertama, mereka dipenuhi sukacita karena setan-setan pun tunduk kepada mereka. Namun Yesus menyatakan agar mereka jangan bersukacita karena sekedar pelayanan yang berhasil, tetapi bersukacita karena memiliki relasi yang benar dengan Yesus [lihat Lukas 10:17-20]. Hal terpenting bagi seorang utusan [murid] adalah tetap setia pada panggilan Tuhan, menyadari satu-satunya tujuannya hanyalah memuridkan semua orang bagi Kristus. Di dalam memuridkan kita harus memiliki belas kasih dari Allah terhadap jiwa-jiwa. Ingatlah dan berhati-hatilah, bahwa ada belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang bukan berasal dari Allah, melainkan dari hasrat kita sendiri untuk mempertobatkan orang lain berdasarkan perspektif kita. Tantangan bagi seorang utusan bukan muncul dari kenyataan bahwa orang-orang sulit dibawa kepada keselamatan, atau orang-orang yang mundur imannya sulit ditarik kembali, atau adanya rintangan berupa ketidakpedulian. Tidak! Tantangan itu muncul dari perspektif tentang persekutuan pribadi seorang utusan [murid] dengan Yesus Kristus. “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” [Matius 9:28]. Tuhan kita terus mengajukan pertanyaan itu tanpa ragu dan hal itu menjadi tantangan bagi kita dalam setiap situasi yang kita jumpai. Tantangan terbesar kita adalah apakah saya mengenal Tuhan yang telah bangkit? Apakah saya mengenal kuasa Roh-Nya yang tinggal di dalam diri saya? Apakah saya cukup berhikmat dalam pandangan Allah untuk percaya kepada apa yang Yesus katakan? Ataukah saya sedang meninggalkan keyakinan yang supranatural dan tidak terbatas dari Yesus yang sesungguhnya merupakan satu-satunya panggilan Allah untuk kita sebagai utusan? Jika mengikuti cara apapun yang lain berarti saya sedang meninggalkan cara yang telah ditentukan Tuhan kita. “KepadaKu telah diberikan segala kuasa....karena itu pergilah...” [Matius 28:18-19]. [HAW]
Mati dan bangkit bersama Kristus Roma 6:1-14 Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. [ayat 5] Seorang petobat baru ditanya apa alasan dia menjadi Kristen. Demikian jawabnya: “Andaikan Anda menempuh sebuah perjalanan dan tiba di sebuah persimpangan. Anda tak tahu jalan mana yang harus Anda pilih. Lalu di situ ada dua orang, yang satu hidup dan yang lainnya meninggal. Kepada orang yang manakah Anda akan bertanya tentang jalan yang harus Anda pilih?” Paskah berarti Kristus bangkit. Dia hidup untuk selamanya. Dia bukan sekedar seorang tokoh agama yang terkenal, yang ajaran-Nya diikuti banyak orang setelah meninggal. Karena Dia hidup maka Dia bisa menunjukkan jalan kehidupan yang benar kepada kita. Bukan hanya itu saja, Dia sendirilah jalan kebenaran itu yang membawa kita kepada keselamatan. Kuasa Tuhan Yesus tampak nyata di dalam kebangkitan-Nya. Ketika Dia bangkit dari kubur, Dia mengalahkan kuasa kematian. Belum pernah ada orang yang menang atas kuasa maut, kecuali Tuhan Yesus. Kekuatan maut memang sungguh hebat. Siapapun tunduk kepadanya. Bila maut sudah menjemput, tak ada yang berkuasa menahannya. Tidak ada dokter yang bisa memperpanjang hidup seorang manusia bila maut sudah menjemputnya. Namun betapapun berkuasanya maut, Kristus Yesus tidak bisa dikalahkan olehnya. Kebangkitan Yesus bukan sekedar sebuah peristiwa yang terjadi pada masa yang lampau. Kuasa kebangkitan-Nya masih bekerja sampai sekarang. Dalam upacara baptisan diucapkan Firman ini: “Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.” [Roma 6:4] Makna baptisan adalah kita menjadi satu dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Kita mati terhadap dosa dan menerima hidup yang baru seperti Kristus. Kita ditentukan untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya. Kita memiliki potensi yang luar biasa, yaitu menjadi serupa dengan Kristus. Sama seperti Kristus hidup di dunia ini dengan segala kemuliaan Ilahi yang dimiliki-Nya, Anda dan saya memiliki potensi untuk menjadi seperti itu. Pdt. Goenawan Susanto
Bagi siapakah janji Tuhan? Kisah Para Rasul 2:37-40 Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita. [ayat 39] Murid Kristus adalah orang yang mendapat hak untuk menerima janji-janji Tuhan: keselamatan/ hidup kekal, hidup dalam sukacita dan damai sejahtera, penyertaan oleh Tuhan dalam menghadapi setiap tantangan hidup, mengalami kemenangan dalam perjuangan hidup ini, dan masih banyak janji lainnya yang luar biasa. Janji-janji itu adalah untuk dinikmati dan dialami oleh setiap murid Kristus. Kalau tidak mengalami janji itu berarti ada seseuatu yang salah di dalam hidup orang tersebut. Bagi kamulah janji itu. Jangan sampai ada di antara kita yang tidak mengerti atau tidak meyakini bahwa janji Tuhan itu adalah untuk kita. Jika kita tidak meyakini janji itu kita tidak akan mengalaminya. Jika kita tidak meyakini maka hidup kita tidak memiliki harapan, dan hidup kita tidak memiliki iman sesuai dengan janji Tuhan itu. Jika ingin mengalami janji Tuhan maka kita harus meyakini bahwa janji itu adalah BAGI KITA. Minggu lalu saya menyampaikan prinsip memperkatakan Firman Tuhan. Karena itu kita bisa memperkatakan Firman Tuhan dan mengatakan: ’Firman Tuhan itu adalah BAGI SAYA. Bagi sayalah janji Tuhan itu.’ Perkatakanlah itu berulang-ulang, sehingga jalan pikiran, perasaan dan kehendak kita dikuasai dan dipimpin oleh Firman Tuhan. Maka Firman yang diucapkan itu akan mendatangkan hasil seperti yang Anda perkatakan dan Anda percayai. Bagi anak-anakmu Janji Tuhan bukan saya buat kita secara pribadi, tetapi juga bagi anak-anak kita. Janji Tuhan itu tidak terputus pada generasi kita saja, tetapi berlanjut kepada generasi di bawah kita. Milikilah keyakinan bahwa anak-anak kita juga akan ikut menikmati janji Tuhan. Itu berarti bahwa kita mempunyai tanggung jawab untuk menceritakan kebaikan Tuhan dan mengajarkan iman dan ketaatan akan janji Tuhan kepada mereka, agar mereka juga percaya dan menikmati janji Tuhan. Bagaimanakah keadaan anak-anak kita saat ini? Apakah mereka juga percaya kepada Tuhan? Bagi mereka yang masih jauh Janji Tuhan juga buat mereka yang masih jauh, artinya orang yang saat ini masih belum percaya, namun mereka adalah orang-orang yang sedang menantikan keselamatan dan kebenaran yang sejati. Mereka adalah orang-orang yang akan dipanggil oleh Allah untuk menerima janji-Nya. Harus ada yang menyampaikan berita sukacita itu kepada mereka. Mungkin mereka itu adalah orang-orang di sekitar kita. Tuhan mau memakai kita untuk menjangkau mereka. Pdt. Goenawan Susanto
Saksi butuh keberanian Kisah Para Rasul 4:19-20 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: ’Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.’ Untuk menjadi saksi dibutuhkan keberanian. Banyak orang yang menolak untuk menjadi saksi karena takut akan risiko yang akan dihadapinya. Orang yang menjadi saksi bisa mendapat ancaman atau mengalami kesulitan. Maka banyak orang lebih memilih untuk diam atau menyembunyikan kebenaran, daripada mengungkap kebenaran. Menjadi saksi adalah sebuah tanggung jawab. Orang yang mengetahui apa yang sebenarnya harus mengungkapkan kebenaran itu. Orang yang memiliki integritas adalah orang mau mengungkap kebenaran. Murid Kristus diminta untuk tidak takut atau malu mengatakan kebenaran atau mengakui Kristus di hadapan manusia. Yesus berkata: ’Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku di tengah-tengah angkatan yang tidak setia dan berdosa ini, Anak Manusiapun akan malu karena orang itu apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan Bapa-Nya, diiringi malaikat-malaikat kudus.’ [Markus 8:38] Rasul Paulus berkata: ’Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.’ [2 Timotius 1:7-8] Allah tidak memberi kita roh ketakutan. Bila orang Kristen dikuasai ketakutan maka berarti Roh Allah tidak ada di dalam dirinya. Orang yang dikuasai [dipenuhi] oleh Roh Allah akan mengalahkan ketakutannya dan menjadi saksi yang berani. Kisah Para Rasul 4:31 mengatakan, ’Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.’ Karena itu yang kita perlukan hari-hari ini adalah kuasa yang berasal dari Roh Kudus. Roh Kudus memberi kuasa sehingga murid Kristus memiliki keberanian untuk menjadi saksi Kristus. Mintalah kepada Tuhan agar Tuhan memenuhi hidup Anda dengan Roh Kudus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Nikmati Damai SejahteraNya
02 Mei '17
Jangan Takut, Percaya Saja !
08 Mei '17
Berita Hoax
05 Mei '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang