SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 28 April 2017   -HARI INI-
  Kamis, 27 April 2017
  Rabu, 26 April 2017
  Selasa, 25 April 2017
  Senin, 24 April 2017
  Minggu, 23 April 2017
  Sabtu, 22 April 2017
POKOK RENUNGAN
Saat ketakutan melanda tetaplah setia bertindak sebagai murid-Nya, itulah keberanian sejati yang dianugerahkan oleh Tuhan
DITULIS OLEH
Ibu Evylia H. Goenawan
Ibu Gembala
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Tak Surut Oleh Ketakutan
Tak Surut Oleh Ketakutan
Jumat, 28 April 2017
Tak Surut Oleh Ketakutan
Lukas 22:54-62

Pada perang tahun 1914-1918, tugas opsir pengaman artileri adalah memberi isyarat kepada para penembak meriam apakah bidikan mereka sudah tepat pada sasaran atau belum. Demi menjalankan tugasnya, opsir itu harus menaiki balon udara yang rentan menjadi sasaran tembak meriam dan pesawat tempur musuh. Sebuah misi yang sangat berbahaya dan menciutkan nyali. Setiap kali seorang opsir menaiki balon udara itu batinnya bergolak hebat, namun tetap saja ia tak surut dari amanat yang diembannya.

Di dalam perjalanan hidup kita sebagai murid-murid Tuhan Yesus, banyak hal yang kita alami. Tidak hanya keajaiban, kelimpahan, pertolongan dan kesembuhan; namun ada juga tantangan, tekanan, hinaa...selengkapnya »
PASKAH, Hari Kemenangan Kita Hari ini kita merayakan Paskah, Hari Kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Kebangkitan Kristus adalah Fondasi bagi iman Kristen. Peristiwa Kebangkitan Kristus adalah pusat dari segala yang kita imani. Rasul Paulus merangkum semua berita yang dia sebut sebagai Injil dalam kalimat ini: ’Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.’ [1 Korintus 15:3-5]. Meskipun Paskah seringkali dirayakan tidak semeriah Hari Natal, namun sebenarnya inti Kekristenan ada di dalam Paskah, yaitu peringatan akan peristiwa Kematian Yesus di Golgota dan Kebangkitan-Nya dari kematian. Hakikat menjadi orang Kristen atau murid Kristus adalah kita meninggalkan hidup lama kita yang dikuasai oleh dosa, menerima anugrah pengampunan oleh karena penebusan dari Yesus Kristus, dan berjalan dalam hidup yang baru bersama dengan Yesus yang telah mengalahkan kuasa dosa dan maut. Menjadi orang Kristen adalah menjadi ciptaan baru, menjadi pemenang atas kuasa dosa. Kebangkitan Yesus telah mengubah kehidupan murid-murid Yesus yang pertama. Dulunya mereka adalah para penakut yang bersembunyi sejak Yesus ditangkap dan disalibkan. Tetapi setelah mereka berjumpa dengan Kristus yang bangkit, mereka mengalami perubahan yang drastis. Mereka menjadi saksi yang berani. Bahkan mereka bersedia memberikan seluruh hidup mereka untuk menyampaikan kabar baik tentang Kebangkitan Kristus dan keselamatan yang ada di dalam Kristus. Apakah saudara sudah mengalami kuasa Kebangkitan Kristus itu? Apakah kuasa Kebangkitan itu masih bekerja di dalam hidup saudara? Jika saudara percaya dan hidup di dalam Kristus maka kuasa Paskah itu akan mengubah hidup saudara secara total dan terus menerus memperbarui kehidupan saudara. Hal itu sudah dialami oleh jutaan manusia di seluruh bumi ini, dari zaman ke zaman. Dan sampai hari ini pun kuasa-Nya masih tetap sama. Yesus yang sudah bangkit itu tetap hidup sampai hari ini. Dia siap mengubah dan memperbarui setiap orang yang menyerahkan hidup kepada-Nya. Selamat mengalami kemenangan bersama Kristus yang bangkit. Selamat Paskah 2017. Pdt. Goenawan Susanto
Kisah penderitaan Yesus dalam menjalankan tanggung jawab-Nya sebagai Penebus dosa manusia menggambarkan beberapa hal: - Dia diakui sebagai orang benar oleh Pilatus dan isterinya , juga anggota pasukan. - Dinista oleh para pemimpin agama. - Rela diperlakukan tidak adil, rela kehilangan hak dan direndahkan. - Rela mati demi mentaati kehendak Bapa, dan ini menjadi kunci kemenangan-Nya. Peringatan Paskah umumnya diisi dengan khotbah, drama, pemutaran film yang berisi ilustrasi tentang penderitaan-Nya. Secara manusiawi memang bisa menimbulkan rasa iba, simpati dan empati. Emosi kesediaan muncul sampai keluarnya air mata. Tentunya tidak salah berempati terhadap Yesus, tetapi menyambut Paskah tidak cukup dengan berempati, bahkan Yesus sendiri mengatakan, “Janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu dan anak-anakmu” [Lukas 23:28]. Kondisi obyektif manusia sebetulnya sangat dahsyat, terpisah dari Allah Bapa karena dosa. Bagi Yesus tugas Penebusan sudah tuntas pada saat Dia mengatakan, “Sudah Selesai” [Yohanes 19:30]. Yang belum selesai adalah respon umat pilihan terhadap anugerah penebusan yang membawa Keselamatan kekal. Rasul Paulus mengingatkan bahwa ‘kita telah dibeli dengan harga yang mahal dan lunas dibayar karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu dan dengan rohmu’ [1 Korintus 6:19-20]. Memuliakan Allah tidak cukup dengan ucapan dan nyanyian yang kita naikkan bagi Tuhan. Memuliakan Tuhan harus dimulai dengan sikap hati yang menghargai Pribadi dan pengorbanan-Nya, yaitu dengan terus belajar melakukan kehendak Bapa. Setelah ditebus dan dimiliki oleh Tuhan Yesus, kita dididik dan dibentuk menjadi pribadi yang berkenan kepada Bapa, menjadi sempurna seperti Bapa [Matius 5:48], hidup kudus, tak bercacat dan tak bercela di hadapan-Nya [Efesus 1:4], mengambil bagian dalam kodrat ilahi sebagai anak Allah [2 Petrus 1:4]. Tuhan Yesus pada waktu hidup sebagai manusia telah memberi teladan.
Mengalami Yesus yang bangkit Yohanes 21:1-14 Maka kata Yesus kepada mereka: ’Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.’ Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. [ayat 6] Kubur Yesus telah kosong. Yesus tidak ada di sana, karena Dia sudah bangkit dari antara orang mati. Dia telah memperlihatkan diri-Nya kepada para murid-Nya. Mereka menjadi saksi kebangkitan Kristus, karena mereka telah mengalami [berjumpa dan merasakan kuasa] Kristus yang telah bangkit. Kebangkitan Kristus bukan sekedar peristiwa yang pernah terjadi dahulu dan setiap tahun sekali kita peringati. Kebangkitan Kristus bisa menjadi pengalaman kita setiap hari, jika kita menyadari kehadiran Dia yang hidup dan menyertai kita setiap saat. Bagaimana caranya? Menyadari penyertaan Yesus Murid-murid Yesus pergi menjala ikan, tapi walaupun sudah berusaha sepanjang malam mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika mereka dalam kesulitan, tanpa mereka sadari, ternyata Yesus yang sudah bangkit itu sedang memperhatikan mereka. Yesus bertanya kepada mereka: ’Anak-anak-Ku, apakah kamu punya lauk pauk?’ Artinya Yesus memperhatikan mereka yang sedang dalam kesulitan. Di dalam hidup ini memang selalu ada kesulitan. Bisa saja kita mengalami kegagalan seperti yang dialami oleh murid-murid Yesus. Tapi ketahuilah bahwa Yesus yang sudah bangkit itu tetap menyertai dan memperhatikan kita, walaupun seringkali kita tidak menyadarinya. Karena itu sadarilah kehadiran-Nya yang menyertai hidup kita. Ikutilah perintah Tuhan Di tengah kesulitan itu Yesus memberi solusi kepada mereka. Yesus memberi perintah, ’Tebarkan jalamu di sebelah kananmu’. Yesus menunjukkan caranya agar mereka mendapatkan ikan. Setelah mereka melakukan apa yang diperintahkan Yesus, mereka mendapatkan hasil yang banyak. Kita harus belajar mendengar perintah Tuhan. Jangan mengabaikan perintah-Nya. Jangan karena begitu paniknya kita tidak mendengar suara Tuhan. Dia selalu menunjukkan kepada kita jalan untuk mengatasi kesulitan kita. Hanya kita perlu belajar mendengar perintah-Nya. Setelah para murid Yesus menyadari bahwa yang menolong mereka adalah Kristus sendiri, barulah mereka berteriak: ’Itu Tuhan.’ Jadikanlah pengalaman berjumpa dengan Kristus yang bangkit itu menjadi pengalaman hidup kita setiap hari. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Seorang pemuda pemain drum di sebuah gereja mengharapkan bisa menyamai seorang drumer yang dikaguminya. Setiap hari selama 1 jam, ia berlatih sticking dan variasi pukulan drum. Ia merasa sudah cukup dengan latihannya dan menganggap kemampuannya sudah di atas rata-rata. Namun ketika ia bermain dalam satu tim ibadah, ia merasa kewalahan dan sulit mengikuti lagu dan juga tim yang ada. Setelah selesai ia bertanya kepada teman-temannya, “Mengapa kok rasanya sulit ya bermain dalam tim, padahal dalam latihan saya merasa sudah lumayan.“ Kemudian ia mendapatkan masukan dari teman-temannya, “Jika kamu ingin lebih bagus lagi dalam permainan musikmu, baik dalam tim maupun pribadi, maka kamu harus banyak mendengar lagu, referensi teman musik, jangan melihat kemampuanmu dari sudut pandang dirimu sendiri, namun lihat orang-orang yang telah belajar dan membuat karya-karya. Dan yang terpenting adalah maksimalkan apa yang ada di dalam dirimu sehingga kamu menemukan pencapaianmu tersebut dan akan mendapatkan kepuasan. Seorang pembelajar tidak ada waktu untuk berhenti sebab akan menemukan sesuatu yang baru. Ia juga tidak akan puas dengan apa yang didapatnya hari ini, namun akan terus menggali hingga hasilnya bisa dirasakan orang lain. Pencapaian murid Kristus yang utama adalah menjadi serupa dengan Kristus. Untuk sampai pada pencapaian itu kita harus melalui suatu tahapan karena proses menjadi serupa dengan Kristus tidak terjadi semalam, namun itu akan terjadi sepanjang hidup kita. Oleh karenanya kita tidak bisa sembarangan dan asal saja. Sama seperti seorang pelatih. Untuk mencapai status pelatih, ia harus melewati berbagai tahapan yang tidak mudah. Dan itulah harapan Kristus agar semua murid-Nya tetap fokus dan rela melakukannya. Allah mau kita belajar dari Sang Guru Agung bahwa menjadi murid yang sejati tidak bisa ditempuh dengan kuliah singkat atau koresponden, namun melalui sekolah kehidupan. Harus belajar menghadapi penderitaan, kesukaran, kesendirian dan banyak materi yang lain. Oleh karenanya mari kita melakukannya dengan keyakinan dan mata yang tertuju kepada Yesus. Semua yang kita kerjakan di dalam Kristus untuk keserupaan dengan-Nya tidak akan sia-sia sebab ketika kita menemukan makna dan rahasia Kristus, maka itu akan menjadi kesukaan besar dan kebahagiaan tersendiri sehingga kita akan semakin maksimal melayani Tuhan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Mengejar Hikmat
10 April '17
Apa Balasan Kita?
26 April '17
Membelenggu Yesus Dalam Kematian
22 April '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang