SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 21 Agustus 2018   -HARI INI-
  Senin, 20 Agustus 2018
  Minggu, 19 Agustus 2018
  Sabtu, 18 Agustus 2018
  Jumat, 17 Agustus 2018
  Kamis, 16 Agustus 2018
  Rabu, 15 Agustus 2018
POKOK RENUNGAN
Andil apakah yang dapat kita berikan untuk negeri kita tercinta ?
DITULIS OLEH
Pdt. Laij Andreany
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Mengisi Kemerdekaan1
Mengisi Kemerdekaan1
Selasa, 21 Agustus 2018
Mengisi Kemerdekaan1
1 Petrus 2 : 16
’Merdeka atau mati’ menjadi semboyan para pejuang Indonesia yang rela membela negara untuk mengusir penjajah dari Bumi Pertiwi. Para pejuang itu adalah pahlawan- pahlawan Indonesia. Kecintaan mereka kepada Tanah Air Indonesia telah dibuktikan dengan keberanian mereka berjuang tanpa menghiraukan nyawa sedikitpun untuk meraih kemerdekaan.

Kemerdekaan adalah anugerah Tuhan dan juga perjuangan para pahlawan yang telah dengan gigih memperjuangkannya. Hal tsb patut disyukuri oleh setiap warga negara yang mencintai negeri ini. Apakah cukup hanya bersyukur saja ? Tidak ! Kita tidak boleh menyalahgunakan kemerdekaan ini. Bagaimana seharusnya kita mengisi kemerdekaan ini?

Petrus menasihati orang- orang yang telah dimerdekakan oleh Kristus untuk mengisi kemerdekaan ini dengan cara hidup yang baik. Pertama, melakukan perbuatan-perbuatan yang baik agar nama Tuhan dimuliakan [ay 12] Perbuatan baik berarti melakukan hal-hal yang positif, yang membangun dan bermanfaat bagi banyak orang. Kedua, tunduk kepada pemimpin dan.pemerintah [ay 13] Sebagai warga negara yang baik kita harus mentaati peraturan pemerintah bahkan mendoakannya supaya menjadi negara yang bersih dari kecuran...selengkapnya »
Hari ini bangsa kita memperingati hari ulang tahun kemerdekaan yang ke 73, hal ini mengingatkan kita bahwa akan perjuangan para pahlawan yang telah gugur untuk meraih kemerdekaan tanpa pengorbanan, tanpa tekad dan perjuangan tidak mungkin bangsa Indonesia merdeka dari penjajahan bangsa asing. Kini setelah 73 tahun kita merdeka ada banyak orang yang berebut kue untuk menikmati taktah kepemimpinan tanpa kerelaan untuk berkorban bagi kepentingan rakyat. Mereka berebut untuk mendapatkan kue tersebut dengan menghalalkan segala cara dan mengorbankan kepentingan rakyat banyak. Jadi setelah kita merdeka dari penjajahan bangsa asing, apabila kemerdekaan tidak kita pelihara dan kita jaga dengan baik, maka selanjutnya kita akan dijajah oleh bangsa sendiri yang ingin merebut kue kekuasaan yang lebih banyak lagi untuk diri sendiri dan kelompoknya bukan untuk dibagikan kepada rakyat banyak. Demikian pula halnya dengan kehidupan kita didalam Tuhan Yesus saat ini. Berdasarkan bacaan di atas posisi kita sekarang adalah manusia yang sudah dimerdekakan dari kuasa hawa nafsu kedagingan oleh pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib. Sehingga posisi hidup kita yang sekarang seharusnya hidup dalam pimpinan Roh Kudus. Agar kita bisa bersekutu dengan Allah. Kita bisa hidup sesuai dengan kehendak Allah. Kehidupan kita bisa selaras dengan kehidupan yang Allah rancang bagi kita dari semula. Pengorbanan Kristus di kayu salib untuk memerdekakan kita dari kuasa dosa dan kuasa kematian sungguh tak ternilai harganya bagi kepentingan hidup kita di hadapan Allah. Tanpa pengorbanan Kristus kita tidak mungkin menjadi manusia yang benar – benar merdeka sebab hidup kita sebelumnya telah terbelenggu oleh kuasa dosa dan hukuman Allah serta hidup di bawah kutuk Hukum Taurat. Oleh sebab itu harapan Tuhan Yesus setelah membebaskan dan memerdekakan kita adalah agar kita hidup di dalam Roh bukan hidup didalam daging lagi. Tentu saja untuk hidup didalam Roh memerlukan perjuangan, memerlukan pengorbanan, memerlukan ketaatan kepada Allah. Karena untuk bisa hidup merdeka dan hidup dalam pimpinan Roh Allah kita harus bisa mengalahkan si aku dan hawa nafsu dosa atau daging yang bercokol dalam diri kita sendiri. Ini bukan perkara yang mudah bagi kita, namum perjuangan kita untuk merdeka dari hawa nafsu daging dan dosa bisa berhasil apabila kita mau menyerahkan hidup kita secara total kepada pimpinan Roh Allah. Hasil dari kehidupan orang merdeka yang dipimpin oleh Roh Kudus adalah menjadi Anak Allah, menjadi saksi Allah dan mengalami kebangkitan dan kehidupan kekal pada waktu Tuhan Yesus datang kembali ke dua kalinya di dunia ini.
Mr. Sandwich, adalah sebutan untuk Sirivat Voravetvuthikun, seorang milyuner asal Thailand. Sirivat awalnya seorang milyuner sebagai pengembang property dan pemain saham. Kebiasaannya berjudi membuat kekayaannya semakin menurun dan puncaknya saat krisis, Bank menyita seluruh property nya, namun masih berhutang Rp. 180 milyar. Sirivat menerima kenyataan pahit itu, dan memutuskan memulai usaha berjualan sandwich. Kini usaha sandwich nya bernilai lebih dari Rp. 45 milyar. Yang menarik dari Sirivat adalah prinsip hidupnya “Lebih baik bangkrut daripada mati” Alkitab kita tidak hanya menyajikan cerita keberhasilan yang dicapai oleh para Nabi atau tokoh2, tapi juga menceritakan kegagalan yang dialami. Salah satunya adalah kegagalan yang dialami oleh Daud. Daud dikenal sebagai pribadi yang dekat dan berkenan di hati Tuhan, Daud begitu juga diurapi dan diberkati Tuhan. Banyak hal yang dilakukan Daud sehingga membawa keberhasilan dan dikenang di sepanjang sejarah kehidupan manusia. Tetapi Daud bukan manusia sempurna, suatu kali dia pernah melakukan kesalahan dengan mengambil Batsyeba yang masih menjadi istri Uria. Daud membuat trik jahat dengan menempatkan Uria di medan paling depan dalam peperangan, dengan maksud supaya Uria terbunuh dan Daud bisa memperistri Batsyeba. Ketika Tuhan menegur Daud akan kesalahannya yang disampaikan oleh nabi Natan, Daud segera menyadari dan mengakuinya [2 Samuel 13]. Pengenalannya akan pribadi Tuhan membuat Daud tidak terpuruk lebih dalam pada penyesalannya. Daud minta ampun pada Tuhan dan menerima konsekuensi dari perbuatannya. Daud bangkit, tidak mengulangi berbuat dosa dihadapan Tuhan lagi, dan seluruh sisa hidupnya dipakai untuk kemuliaan Tuhan, dan Tuhan berkenan akan hidup Daud. Mungkin kita pernah mengalami kegagalan dalam hidup kita, baik gagal dalam pekerjaan, gagal dalam menjalin hubungan dengan seseorang, gagal dalam kehidupan rumah tangga, dalam mendidik anak, gagal dalam pekerjaan Tuhan, ataupun gagal dalam mentaati perintah Tuhan. Janganlah kegagalan membuat kita berhenti dan “mati”. Move on dari kegagalan dan berhentilah menyesal yang berkepanjangan, tinggalkan masa-masa kelam akan kegagalan, dan mulailah melangkah. Pandanglah kepada kasih Tuhan yang selalu setia mengampuni kesalahan, setia menanti kita kembali kepada Nya. Pegang janji-janjiNya bagi hidup kita akan hari depan yang penuh harapan.
Apa yang kita anggap penting? Yunus 4:9-10 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: ’Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?’ Jawabnya: ’Selayaknyalah aku marah sampai mati.’ Lalu Allah berfirman: ’Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Seringkali pemikiràn manusia tentang apa yang dianggapnya penting itu aneh. Sebagai contoh, ada orang yang memiliki hewan peliharaan, katakanlah seekor anjing. Dia menganggap anjing itu sangat penting, sehingga dia membelikan makanan khusus yang harganya tidak murah. Dia merawat anjing itu dengan rutin, memandikannya, menyisiri bulunya, memotong kukunya, membuang kotorannya dan membersihkan kandangnya, bahkan kalau perlu membawanya ke salon. Ketika anjing itu sakit dia berusaha sebisa mungkin untuk mengobatkan anjing itu, walaupun harus dengan membayar harga yang mahal. Semua itu dia lakukan demi hanya seekor binatang peliharaan. Tetapi kalau untuk saudara, teman apalagi tetangganya, yang adalah sesama manusia, apakah dia mempunyai kepedulian sebesar itu? Bila tetangganya sakit apakah dia akan berusaha menolong atau membawanya berobat? Bila ada temannya kekuarangan atau membutuhkan bantuan, apakah dia akan berusaha keras agar temannya tidak mengalami kesusahan? Yunus marah karena pohon jaraknya dimakan ulat. Tetapi untuk penduduk kota Niniwe yang akan binasa dia sama sekali tidak ada kepedulian. Biasanya kita peduli dan sayang kepada sesuatu yang kita anggap penting. Kalau penting bagi kita, kita peduli. Tetapi untuk sesuatu yang tidak ada sangkut pautnya dengan kepentingan kita, kita tidak peduli. Kita harus memiliki pemikiran yang benar tentang apa yang kita anggap penting. Tuhan menegur Yunus, karena dia menganggap penting sebatang pohon jarak dan menjadi marah ketika pohon jarak itu dimakan ulat. Tetapi dia tidak peduli dengan nasib penduduk Niniwe yang sebentar lagi akan binasa. Seharusnya dia lebih peduli kepada sesama manusia [jiwa-jiwa] yang jauh lebih berharga daripada sebatang pohon jarak. Apakah kita mempunyai pemikiran yang benar tentang apa yang kita anggap penting? Apakah keselamatan jiwa-jiwa yang ada di sekitar kita merupakan hal yang penting bagi kita? Ataukah kita hanya menganggap penting hal-hal yang lain seperti hobby kita, gadget kita, binatang peliharaan kita, kendaraan kita? Semoga Tuhan selalu membawa kita di dalam jalan-Nya. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
Kitty -si anak kucing- dan Puppy -si anak anjing-adalah sepasang sahabat karib yang tak terpisahkan. Sejak lahir mereka dipelihara oleh sebuah keluarga yang melatih mereka hidup berdampingan. Di rumah itu tinggal pula Mickey -si tikus putih- yang merupakan hewan peliharaan anak si pemilik rumah. Meskipun ketiganya berteman, persahabatan yang terjalin di antara Kitty dan Puppy begitu istimewa sehingga mengakibatkan Mickey sangat penasaran untuk memisahkan keduanya. Dalam berbagai kesempatan, secara terpisah Mickey mencoba mengorek pendapat Kitty dan Puppy tentang kelemahan satu sama lain. Tanpa curiga, Kitty mengatakan bahwa Puppy sangat menyenangkan jika diajak bermain, namun gonggongannya terkadang sangat memekakkan telinga. Di lain kesempatan, Puppy pun mengakui bahwa Kitty sangat asyik bila diajak bercanda, namun gelitik cakarnya terkadang melukai tubuh Puppy secara tak sengaja. Di luar dugaan, Mickey menyampaikan pendapat kedua sahabat itu dengan editing yang begitu ’menakjubkan’! Alhasil Puppy tersinggung karena mengira dikata-katai bahwa gonggongannya sangat berisik, dan Kitty marah sebab mengira diejek sebagai tukang cakar. Persahabatan yang tadinya terjalin erat menjadi retak akibat ulah seorang teman yang merusak kedamaian. Fabel di atas bukan semata-mata kisah rekaan tanpa makna. Dalam kehidupan nyata, tak terhitung banyaknya orang yang ahli memelintir informasi sesuai dengan maksud pribadi. Akibatnya banyak hubungan baik yang rusak karena ulah mulut serong dan bibir yang dolak-dalik, padahal Firman Tuhan dengan gamblang telah mengingatkan manusia untuk menjauhi itu [Amsal 4:24]. Sebagai anak-anak Tuhan, hendaklah kita jauh dari niat buruk dan bibir jahat yang menimbulkan kekacauan. Sebaliknya, berbahagialah kita sebagai pembawa damai, karena dengan demikian kita akan disebut sebagai anak-anak Allah.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Bertahan Saat Melewati Proses
31 Juli '18
Belajarlah Untuk Tidak Mudah Menyerah
28 Juli '18
Hati-hati ! Tinggi Hati Adalah Awal Kehancuran
01 Agustus '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang