SEPEKAN TERAKHIR
  Selasa, 28 Januari 2020   -HARI INI-
  Senin, 27 Januari 2020
  Minggu, 26 Januari 2020
  Sabtu, 25 Januari 2020
  Jumat, 24 Januari 2020
  Kamis, 23 Januari 2020
  Rabu, 22 Januari 2020
POKOK RENUNGAN
Kita seringkali tidak menikmati berkat-berkat yang telah Tuhan sediakan karena tidak berpegang pada ketetapanNya.
DITULIS OLEH
Pdm. Hendy Aguswibowo L.
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Berpegang Pada PerintahNya
Berpegang Pada PerintahNya
Sabtu, 04 Januari 2020
Berpegang Pada PerintahNya
Mazmur 89:32-33

Ada banyak orang Kristen tidak tertarik dan ’merasa jengah’ jika mendengar khotbah tentang ketaatan. Karena banyak yang berpikir, ketaatan selalu identik dengan larangan-larangan. Misal, tidak boleh ini tidak boleh itu, pantang melanggar, jika melanggar ada sanksi atau konsekuensinya yang akan di tanggungnya. Seperti tertulis: ’maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada, dengan pukulan-pukulan.[ayat 32]. Karena itu tidaklah mengherankan jika orang lebih tertarik mendengar khotbah tentang berkat, keberhasilan, kemenangan, pemulihan, kesembuhan, mujizat dan sebagainya.

Yang harus dipahami adalah bahwa berkat, keberhasilan, kemenangan, pemulihan, kesembuhan, mujizat adalah dampak atau upah ’bukan identik’ dari ketaatan seseorang dalam melakukan perintah Tuhan.

Yang harus dipahami adalah ketaatan bukanlah sebatas larangan untuk melakukan sesuatu atau keharusan melakukan sesuatu. Tetapi merupakan keseluruhan gaya hidup yang semestinya dimiliki setiap ...selengkapnya »
Sama seperti awal tahun lalu, awal tahun ini hanya sedikit orang menyambut dengan kegairahan. Kelesuan ekonomi dunia, pergumulan gereja dan kebutuhan keluarga mesti dicukupi, cukup menyita sisi ruang pikiran orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan. Sambey yang berasal dari keluarga sederhana turut merasakan sepinya kegairahan tahun baru ini. Meski awal tahun 2020 tetap disambut meriah oleh masyarakat dan jemaat. Kembang api berseliweran memecah kegelapan malam kota Semarang. Trompet dibunyikan dengan nyaring. Doa syukur dan pengharapan dipanjatkan dengan penuh semangat di gereja-gereja. Namun, keceriaan itu hanya sesaat. Sebagai tradisi perayaan semata. Pagi harinya, Sambey kembali harus berpikir dan bergelut menata masa depannya. Ia baru saja lulus sarjana. Dan awal tahun ini adalah langkah pertamanya untuk menapaki dunia kerja yang tak kunjung didapatnya. Sama dengan Sambey, Benay baru lulus sarjana pula. Bedanya Benay telah bekerja sebagai asisten juru masak yang telah ditekuninya beberapa bulan sebelum wisuda. Namun Benay tak luput juga dari pergumulan. Pikirannya tersita dengan status jomblo tak kunjung hengkang dari hidupnya. Benay merasa ragu apakah tahun ini ia akan mendapatkan tambatan hati. Jemaat yang terkasih. Pergumulan Sambey dan Benay di atas adalah gambaran pergumulan yang ada dalam setiap diri manusia. Pergumulan tidak dapat dihapuskan dengan pijar kembang api dan bunyi terompet tahun baru. Pergumulan itu harus diterima sebagai bagian hidup. Sama seperti orang Yahudi terbuang di Babel. Mereka diminta oleh Nabi Yeremia untuk menerima pergumulan itu. Namun bukan menerima secara pasif—pasrah—tetapi menerima pergumulan itu dengan iman. Bahwa kelak, sesuai dengan janji Tuhan, mereka akan dibebaskan dari pergumulan itu. Menerima pergumulan dengan iman, berarti tidak tinggal diam dalam tetes air mata dan penyesalan yang tiada putus. Pergumulan hidup mesti disikapi dengan tetap melakukan apa yang bisa dilakukan. Di Babel, orang Yehuda diminta untuk tetap menjalankan kehidupan sehari-hari. Mereka diminta untuk mendirikan rumah, menikah dan mempunyai keturunan, bahkan mereka diperintahkan untuk turut mengusahakan kesejahteraan kota/masyarakat Babel. Sambil menunggu penggenapan janji Tuhan kepada mereka. Dengan demikian, orang Yehuda tidak kehilangan harapan, sabar dalam penantian dan terus berjuang dalam pergumulan yang mereka alami. Jemaat yang dikasihi Tuhan. Jika ada di antara kita yang menapaki tahun baru ini dengan pergumulan-pergumulan hidup yang belum usai. Janganlah takut dan menjadi lemah. Marilah tetap beriman dalam menjalani tahun 2020 ini. Dengan demikian pengharapan kita terpelihara dan kita diberi anugerah kesabaran dalam penantian janji Tuhan. Jadi tetaplah bersukacita dalam perjuangan hidup ini. Terpujilah Tuhan!
Kehadiran tahun baru bukanlah suatu yang asing dan mengejutkan. Sebab setiap tahun selalu terjadi pergantian tahun. Hanya umur dan bagian tertentu dalam hidup ini yang mengalami perubahan seperti sehat, sakit, kaya, miskin, peningkatan jabatan dan banyak lagi lainnya, ini semua pernah dialami siapapun saja yang hidup dalam perjalanan tahun. Namun dalam perjalanan pergantian tahun sebenarnya Tuhan taruh sesuatu spesial dalam hidup ini. Sering kali kita tidak melihatnya dan menyadarinya bahwa di dalam tahun yang baru ada kasih dan penyertaan Tuhan begitu setia menyertai kita. Semua orang terhipnotis dengan kegembiraan berlebihan. Banyak orang menghambur-hamburkan uang untuk mencari sukacita dan mengharapkan berkat dari Tuhan menuju perjalanan tahun yang baru. Semua orang merayakan tahun baru dengan berbagai cara. Harapannya diberkati dan mengalami kesejahteraan dalam hidup. Semua yang terbaik diinginkan agar mengalami kesuksesan dan banjir rejeki baik di keluarga dan pekerjaan. Tetapi pernahkah kita berpikir, apa yang sudah Tuhan berikan kepada kita selama ini. Tuhan begitu setia di dalam memimpin dan menuntun langkah hidup kita. Ketika kita tidak pernah berpikirpun Tuhan sediakan apa yang kita perlukan. Saat kita membutuhkanpun Tuhan juga melakukan yang terbaik dalam hidup kita. Artinya, Allah selalu sediakan kesejahteraan begitu besar kepada kita. Allah memberi bukan barang basi atau stok lama. Tuhan selalu memberi yang baru dalam hidup ini. Artinya, Kasih setia Tuhan tidak mungkin habis, cintanya yang penuh belas kasihan tidak bisa mengering. Betapa agung kesetiaanNya kepada kita. Sesuatu yang baru adalah sesuatu yang menyejukkan dan menyegarkan perjalanan hidup kita. Dalam hal ini Allah mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam segala keadaan. Dan perlu kita ketahui bahwa kehidupan yang kita jalani ini selalu dinamis dan tidak pernah sama. Sesuatu yang berubah-rubah dalam hidup kita inilah, Tuhan ada didalam perjalanan hidup kita ini. Jadi ketika kita memasuki tahun yang baru ini, seharusnya kita melihat lebih jauh penyertaan Tuhan yang sungguh hebat dan tak tertandingi oleh apapun juga. Kesetiaannya sungguh terbukti dan terus hingga akhir hidup kita. Allah menghendaki agar kita tetap dalam kasih dan penyertaanNya. Selamat memasuki tahun yang baru dengan berkat penyertaan Tuhan.
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita Negro rapi yang sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama. Ia nampak mencoba bertahan dalam hujan sangat deras, hampir seperti badai. Mobilnya kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil. Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat. Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu Negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu tadi bertanya tentang alamat si pemuda. Wanita itu menulisnya, lalu mengucapkan terima kasih pada si pemuda. 7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah televisi set besar berwarna [1960-an !] khusus dikirim kerumahnya. Terselip surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah : “ Terima kasih nak, karena membantuku di jalan Tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya. Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang sedang sekarat hingga wafatnya. Tuhan memberkati anda, karena membantu saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu” Tertanda Ny.Nat King Cole. Perempuan kaya Sunem memberikan pertolongan kepada Elisa. Ia mengetahui bahwa Elisa adalah seorang abdi Allah. Sehingga ia selalu memberi makan setiap Elisa melakukan perjalanan ke daerah tersebut. Bahkan pada kesempatan yang baik, ia membuatkan sebuah kamar lengkap dengan perabotannya. Ia melakukan semua itu bukan semata-mata karena ia ingin menunjukkan kehidupannya mampu, tetapi memang ia sungguh memiliki kebaikan hati untuk menolong sesama serta menunjukkan perhatian kepada kepentingan orang lain. Elisa mengetahui bahwa perempuan Sunem sudah tidak lagi membutuhkan apa-apa lagi. Elisa melalui hambanya, menanyakan apa yang dibutuhkan oleh perempuan itu. Ternyata satu hal yang belum dimiliki olehnya, yaitu keturunan. Perempuan itu merindukan kehadiran seorang anak dalam hidupnya. Dengan perantaraan Elisa, Tuhan memenuhi kebutuhan perempuan itu, yaitu memberikan seorang anak baginya. Jemaat terkasih, salah satu bentuk pelayanan adalah memberikan pertolongan. Dari ilustrasi dan kisah perempuan Sunem, menjadi teladan yang baik bagi kita. Bentuk sederhana dari pelayanan yang bisa kita lakukan kapanpun dan di manapun. Oleh karena itu, mari terus melayani Tuhan setiap ada kesempatan, karena bagi Dialah segala kemuliaan.
Kemarin, Hari ini dan Esok Tuhan Menolong 1 Samuel 7:12 Kemudian Samuel mengambil sebuah batu dan mendirikannya antara Mizpa dan Yesana; ia menamainya Eben-Haezer, katanya: ’Sampai di sini TUHAN menolong kita.’ Samuel mendirikan sebuah batu sebagai tugu peringatan bahwa sampai pada saat itu Tuhan sudah memberi pertolongan kepada bangsa Israel. Tugu peringatan itu berfungsi selain sebagai pengingat tentang apa yang sudah dialami pada masa lalu, tetapi juga penguat untuk menghadapi tantangan di hari esok. Ayat ini mengajarkan agar kita selalu mengingat pertolongan Tuhan. Jika kita mengingat akan pertolongan-Nya maka kita tidak akan mudah bimbang/ragu/takut dalam menghadapi kesulitan dan kesusahan di masa yang akan datang. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari, tetapi kita bisa mengingat apa yang Tuhan sudah kerjakan dalam hidup kita. Tuhan tetap sama. Tuhan yang kemarin pernah menolong kita adalah Tuhan yang berjanji akan menolong kita kembali. Janji-Nya tidak berubah. Bagaimana agar kita mengalami pertolongan Tuhan pada saat kita memerlukannya? Ayat 3 mengatakan: ’Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.’ Berbalik kepada Tuhan dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hati adalah langkah pertama agar kita mengalami pertolongan Tuhan. Biasanya kalau dalam kondisi terjepit orang baru sadar bahwa dia butuh Tuhan. Tuhan hanya sebagai tambal butuh. Tetapi Tuhan tahu siapakah orang yang mencari Dia dengan sungguh-sungguh atau pura-pura. Orang yang sungguh-sungguh pasti akan meninggalkan jalan hidupnya yang salah. Ada yang harus kita singkirkan ketika kita mau berbalik kepada Tuhan. Hal-hal yang tidak berkenan di hadapan-Nya harus kita singkirkan. Langkah yang kedua agar mengalami pertolongan Tuhan adalah dengan berseru kepada-Nya sampai datang pertolongan dari Tuhan. Ayat 8 mengatakan: Lalu kata orang Israel kepada Samuel: ’Janganlah berhenti berseru bagi kami kepada TUHAN, Allah kita, supaya Ia menyelamatkan kami dari tangan orang Filistin itu.’ Jangan berhenti berseru kepada Tuhan, itulah kuncinya. Ketika situasi menjadi genting, umat Tuhan tidak lari, tapi mereka berseru kepada Tuhan, sampai Tuhan menolong mereka. Banyak orang berdoa minta pertolongan Tuhan, tapi hanya sekedar saja. Setelah sekali dua kali, lalu berhenti, karena pengharapannya kepada Tuhan tidak sungguh-sungguh. Sebentar lagi kita akan memasuki tahun 2020. Jangan lupakan pertolongan Tuhan, beribadahlah hanya kepada Tuhan, dan bertekunlah dalam doa, agar kita selalu mengalami penyertaan dan pertolongan-Nya. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
FOLLOW OUR INSTAGRAM
RENUNGAN HARIAN
Pertolongan Yang Tepat
30 Desember '19
Ketika Kita Tertindas
28 Desember '19
Melayani Adalah Kegerakkan Yang Mengubahkan
31 Desember '19
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang