SEPEKAN TERAKHIR
  Jumat, 30 September 2016   -HARI INI-
  Kamis, 29 September 2016
  Rabu, 28 September 2016
  Selasa, 27 September 2016
  Senin, 26 September 2016
  Minggu, 25 September 2016
  Sabtu, 24 September 2016
POKOK RENUNGAN
“.... dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia.” [Efesus 6:7]
DITULIS OLEH
Pnt. Andreas Haryanto
Penatua
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menyenangkan Sesama
Menyenangkan Sesama
Jumat, 30 September 2016 | Tema: Jemaat Yang Tersusun Rapi
Menyenangkan Sesama
Ibrani 13:2-3

Suatu ketika Yesus sedang mengajar dalam sebuah rumah. Banyak orang datang dari desa-desa di Galilea ke rumah itu sehingga rumah itu penuh sesak. Orang-orang berdatangan karena ingin menemui Yesus yang telah mereka dengar berita-Nya sanggup melakukan berbagai macam mujizat. Hal itu menggerakkan hati beberapa orang yang ingin menolong rekan mereka yang lumpuh untuk dibawa bertemu dengan Yesus. Mereka tidak peduli dengan jarak yang mereka harus tempuh untuk mengusungnya karena ingin menyenangkan si lumpuh. Saat mereka sampai di rumah itu, tidak ada celah untuk membawa si lumpuh masuk ke dalam rumah karena pintu rumah tertutup banyak orang yang berdesakan. Mereka membawa si lumpuh naik ke atap dan membuat lubang, kemudian menurunkannya dengan tali sampai di hadapan Yesus. Kesembuh...selengkapnya »
Malang nian nasib Benay. Di tengah-tengah kelelahan yang menderanya, ia mengalami kecelakaan. Beberapa minggu ini Benay memang sibuk. Ia harus segera menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang sempat terbengkalai. Penyelesaian tugas-tugas ini sudah cukup membuatnya harus lembur tiap malam. Begadang di depan laptop usangnya yang kadang-kadang ngadat tak mau diajak kompromi sambil ditemani segelas kopi hangat yang harum menggoda. Belum lagi ia harus mengatur waktu untuk terlibat kegiatan ini dan itu. Sebut saja latihan ibadah sebagi worship leader atau singer, rapat Youth For Christ bersama Pdt. Itong untuk menyusun program, latihan tambourine rutin, dan lain-lain. Belum lagi keterlibatannya di lingkungan RT/RW-nya dalam kelompok karang-taruna yang sangat sarat kegiatan dalam menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-71. Suatu pagi, dalam keadaan setengah ngantuk, ia memacu sepeda motornya agar tidak terlambat hadir pada perkuliahan di kampusnya. Tanpa dapat diperhitungkan, di sebuah jalan yang menurun tajam tiba-tiba seekor kucing hitam nylonong menyebrang. Kucing nekad ini rupa-rupanya tak dapat menahan nafsunya untuk menghampiri seeokor kucing betina yang menggoda-rayu di seberang jalan. Alhasil Benay pun melakukan gerak reflek pengereman mendadak. Motor yang dikendarainya hilang kendali dan jatuh menyisir jalan. Benay terpelanting, berguling-guling beberapa meter dan terjerembab di bahu jalan. Beruntung Benay masih sadar dan tak ada masalah berarti kecuali sedikit lecet pada kaki dan tangannya. “Cing…kucing…. Mbok kalau mau menyeberang jalan lihat kanan dan kiri dulu!” serunya kesal sambil menahan perih. Si kucing yang selamat dari maut melotot tajam menatap Benay seolah-olah tak terima. Pada sebuah acara doa di gereja Pdt. Itong memberikan nasihat kepada Benay yang tetap hadir meski pegal dan nyeri akibat kecelakaan masih dirasakannya. “Ben, aku menghargai semangatmu untuk terlibat dalam berbagai kegiatan baik di gereja, kampus, maupun di masyarakat. Tetapi janganlah berlebihan. Berikanlah sumbangsih sesuai kemampuanmu”, kata Pdt. Itong. “Jika kelelahan mendera jangan paksakan kendarai sepeda motor. Apalagi kamu pacu dengan kecepatan tinggi. Bisa berbahaya! Bukan hanya untuk kamu tetapi nyawa kucing itu juga terancam.” Belum selesai Pdt. Itong menyelesaikan nasihatnya, Benay sudah tertidur pulas. Sungguh kelelahan tampak jelas di raut wajah bulatnya. Jemaat yang terkasih, melihat orang-orang yang memiliki semangat keterlibatan seperti Benay tentu memukau. Tetapi tentu kita tidak ingin jika keterlibatannya berlebihan dari sisi tenaga, waktu, atau dana. Keterlibatan yang berlebihan pada segelintir orang bisa menjadi indikasi bahwa masih banyak yang belum terlibat atau dilibatkan. Padahal Tuhan menghendaki setiap orang dapat terlibat dan memberikan sumbangsih sesuai kemampuannya untuk membangun sebuah jemaat yang kokoh dalam iman, tekun dalam pengajaran, berjiwa misi dan berdampak luas. Marilah kita ambil bagian dalam pelayanan. Tidak berlebihan tetapi sesuai kemampuan kita.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam membangun adalah bekerjasama. Membangun apa saja tentu diperlukan suatu kerjasama. Siapa pun yang mengerjakan apa saja jikalau dikerjakan sendiri akan berbeda hasilnya dibandingkan dengan bekerjasama. Hasilnya akan jauh lebih baik dan sempurna. Apakah itu membangun rumah, jembatan ataupun membersihkan kampung. Bahkan untuk mengerjakan sesuatu yang sifatnya pribadi pun tetap membutuhkan uluran tangan orang lain atau setidaknya masih terkait dengan orang lain. Misalnya: mengerjakan skripsi, tesis, tugas akhir, dsb. Demikian juga dalam kehidupan berjemaat dalam membangun tubuh Kristus, kita harus saling bekerjasama dan saling tolong menolong dalam segala hal. Mengapa harus bekerjasama dan saling tolong-menolong dalam membangun tubuh Kristus? Rasul Paulus memberikan beberapa alasan kepada jemaat Galatia terkait masalah ini. Pertama, semua orang [termasuk orang kristen] tidak kebal terhadap pencobaan [ayat 1]. Ketika rekan kita sedang menghadapi masalah atau pelanggaran maka tugas kita yang kuat adalah memberi pertolongan dengan cara memimpin kepada jalan yang benar dengan roh yang lemah lembut, sambil menjaga diri sendiri. Kedua, karena kita semua mengasihi Tuhan [ayat 2-3]. Kita menolong saudara kita yang sedang menghadapi persoalan dengan semangat kasih Kristus. Dengan demikian kita disadarkan bahwa kalau kita bisa menolong itu bukan kuat dan gagah kita, tetapi hanya karena Tuhan saja sehingga jangan ada yang merasa kuat tanpa Tuhan [ayat 3]. Ketiga, sebagai bentuk penghormatan kepada Allah [ayat 7]. Artinya dengan saling menolong maka kita mengikuti kehendak Tuhan. Kita terhindar dari dosa mementingkan diri sendiri dan berbagai dosa kedagingan [ayat 8]. Tuhan tidak menghendaki orang-orang yang telah lahir baru jatuh dalam dosa kedagingan. Keempat, apa yang kita lakukan akan kita tuai [ayat 9]. Apa yang kita lakukan, yaitu sikap kita terhadap pertumbuhan tubuh Kristus itu kelak akan kita tuai. Saudara, mari kita memperhatikan dengan baik ke empat alasan hal di atas. Semua itu merupakan landasan praktis yang bisa kita wujudkan demi pembangunan tubuh Kristus. Mari kita bersemangat untuk menghidupinya mumpung masih ada kesempatan [ayat 10].
Beberapa minggu ini kisah-kisah pendek Mukidi memenuhi pembicaraan di media sosial WhatsApp dan Twitter. Setiap orang yang membaca pasti menertawakan perbuatan, perkataan, sikap Mukidi yang polos, bodoh. Mukidi adalah tokoh yang menjadi bahan tertawaan banyak orang. Itulah gambaran manusia yang pada hakekatnya senang bila ada orang lain mengalami penderitaan. Sehingga dalam film komedi atau panggung lawak selalu ada orang yang dikorbankan dan disakiti untuk memancing tawa penonton. Semakin besar penderitaannya semakin lucu dan disukai penonton. Demikian pula dalam kehidupan sehari-hari ketika bergurau, pasti ada orang yang menjadi sasaran untuk ditertawakan. Firman Tuhan mengajak kita untuk mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun. Untuk itu jangan menyakiti hati orang lain dengan perbuatan yang bisa menjadi batu sandungan. Jangan sampai karena hal tersebut orang lain runtuh imannya. Ingatlah bahwa untuk mendatangkan Kerajaan Allah bukan karena hal-hal jasmani tetapi karena kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Dengan demikian akan berkenan pada Allah dan dihormati oleh manusia. Kita boleh saja bergurau karena akan mendatangkan sukacita, tetapi harus diingat agar gurauan kita tidak membuat orang lain sakit hati dan runtuh imannya. Kita harus tahu batasannya dan menciptakan damai sejahtera saat kita berkata-kata dan bergurau. Jangan sampai sikap dan perkataan kita menyebabkan kehancuran tubuh Kristus karena tugas kita adalah saling membangun. Marilah kita ciptakan damai sejahtera di antara kita sehingga merupakan tubuh Kristus yang indah dan rapi dan bisa menjadi berkat bagi banyak orang yang belum mengenal Dia.
Suzhou, Tiongkok, inilah tempat di mana kisah nyata tentang seorang gadis berhati mulia ini terjadi. Seperti biasa, seorang pengemis tua duduk di atas papan beroda miliknya. Sambil menjulurkan tempat sedekah miliknya, pengemis yang ternyata cacat tersebut terus memerhatikan orang yang lalu lalang di depannya. Tiba-tiba saja hujan turun. Pengemis itu bingung, tetapi apa mau dikata, dia tidak bisa lekas beranjak. Dengan sangat pelan dia mulai berpindah, tentu saja gerakannya ini tidak cukup untuk menghindar dari guyuran air hujan. Namun sebelum hujan semakin bertambah deras, seorang gadis berlari dari pinggir toko di mana dia berdiri, membawa payung yang sudah dia buka dan memayungi pengemis tersebut. Untuk beberapa menit mereka berdua terlindung dari hujan. Dengan setia si gadis mengiringi gerakan si pengemis yang hendak menepi ke tempat teduh. Sayangnya hujan semakin bertambaj deras disertai angin. Bisa dipastikan bahwa payung itu tidak mampu melindungi mereka berdua. Tanpa dikomando, si gadis lalu mengarahkan payungnya lebih ke arah si pengemis. Sementara itu, dia membiarkan tubuhnya diguyur air hujan. Beberapa saat hujanpun reda. Gadis itu pulang dengan pakaian di tubuhnya yang basah kuyup. Perbuatan baik gadis itu mungkin bagi kebanyakan orang dianggap tidak spektakuler. Bahkan sangat mungkin ada yang berpandangan negatif terhadap dia, entah dikira mencari sensasi atau dikira ingin menonjolkan kebaikan. Satu hal yang penting yang dilakukan gadis itu, entah sengaja atau tidak dia sudah meneladani Yesus. Tidak pernah ada kata terlambat untuk menunjukkan hati yg mulia dengan perbuatan baik. Sebagai pengikut Kristus kita harus selalu melakukan perbuatan baik, bukan untuk kepentingan kita, tetapi untuk kebaikan orang lain, dan terutama untuk kemuliaan nama Tuhan.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Satu Dalam Kristus Dan Rapi Tersusun Menjadi Bait Kudus-Nya
16 September '16
Melengkapi Yang Kurang
29 September '16
Terlibat Sesuai Kemampuan
07 September '16
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang