SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 18 Januari 2018   -HARI INI-
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
  Minggu, 14 Januari 2018
  Sabtu, 13 Januari 2018
  Jumat, 12 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Langkah awal yang benar membawa kita kepada keberhasilan.
DITULIS OLEH
Pdt. Laij Andreany
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Langkah Awal
Langkah Awal
Kamis, 18 Januari 2018
Langkah Awal
Yosua 3 : 1 - 15

Langkah awal adalah langkah yang sangat menentukan. Dalam sebuah pertandingan olah raga, langkah awal/start sangat menentukan. Langkah awal yang salah akan berakibat fatal. Langkah awal yang benarakan memampukan kita menyelesaikan pertandingan dengan baik bahkan meraih kemenangan. Langkah awal apa yang kita ambil menghadapi tahun2018 yang terbentang di depan kita?

Sungai Yordan yang dalam dan lebar [keadaan pada waktu itu] ada di depan Yosua ketika ia memimpin umat Israel berkalan menuju tanah perjanjian. Bagaimana cara menyeberangkan umat Israel? Langkah awal apa yang Yosua lakukan menghadapi sungai Yordan yang terbentang di depan mereka? Langkah awal Yosua adalah mengikuti petunjuk Firman Tuhan, mengajak umat Tuhan mengkuduskan diri dan percaya bahwa Tuhan akan melakukan perbuatan ajaib. Langkah awal Yosua selanjutnya diikuti oleh langkah awal para Imam, langkah iman, mereka mengangkat tabut perjanjian dan mencelupkan kaki mereka ke dalam air, wow...mujizat terjadi. Sungai Yordan sebak, berhentilah air itu mengalir lalu menyeberanglah bangsa itu.

Tahun 2018 mungkin merupakan bentangan waktu dengan banyak mas...selengkapnya »
Waktu berjalan dengan begitu cepat dan tidak terasa tulisan demi tulisan yang ada di renungan warta jemaat sudah berjalan selama tujuh tahun lamannya. Sejak tulisan renungan warta untuk pertama kalinya dimuat di dalam warta jemaat pada bulan Januari tahun 2011, hingga di hari terakhir di tahun 2017 ini, ada banyak hal menarik di dalamnya. Para penulis renungan harian berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca renungan ini. Para penulis berusaha menuangkan ide dan perenungannya untuk mengajak jemaat dan seluruh pembaca dapat bertumbuh imannya melalui tulisan ini. Bukan hal yang mudah bagi para penulis untuk menyajikan ide yang segar, original dan bermanfaat bagi para pembaca. Lihatlah, bagaimana ide tulisan dengan ilustrasi tokoh imajimer yang bernama Benay dan Sambey, dikemas dengan segar yang kemudian membawa jemaat masuk dalam refleksi yang lebih dalam. Atau ilustrasi seputar kisah pribadi dari sang penulis yang dimunculkan dalam tulisannya. Juga ilustrasi pengantar berupa hal-hal yang terkait dengan sepakbola atau film juga turut muncul di sana. Bahkan ulasan seputar politik maupun kejadian sehari-hari yang update pun pernah muncul dalam renungan harian warta jemaat. Konsisten untuk tetap menulis dan menuangkan ide yang segar sebagai bahan perenungan untuk renungan di warta jemaat bukan hal yang sederhana dan mudah bagi para penulis. Para Penulis hanya alatnya Tuhan untuk memberkati jemaat melalui tulisan. Jika bukan karena Tuhan yang membimbing, para penulis bukanlah siapa-siapa. Tuhan yang membimbing dan memberikan kekuatan! Nabi Samuel beserta seluruh umat Israel pun menyadari hal yang serupa. Bangsa Israel merasakan dan tahu benar tentang sulitnya berperang melawan orang Filistin. Bahkan tidak jarang juga bangsa Israel harus menelan kekalahan dari lawannya itu seperti yang dikisahkan di dalam 1 Samuel 4. Seperti halnya sebuah roda yang ada kalanya di atas dan ada kalanya di bawah, kisah sebaliknya justru diceritakan di 1 Samuel 7. Di dalam 1 Samuel 7, bangsa Israel mengalami kemenangan yang luar biasa. Apakah kemenangan ini adalah karena bangsa Israel yang hebat? Nabi samuel memberi jawaban dengan mendirikan sebuah “monumen” dengan berkata, ’Eben-Haezer, katanya: ’Sampai di sini TUHAN menolong kita’ [ay. 12]. Kata-kata ini bukanlah hanya sebuah perkataan formalitas, namun ada makna mendalam di dalamnya. Sebuah ungkapan iman yang menyatakan Tuhan yang menjadi pelindung, penolong, dan pembela bagi umat Israel di dalam segala keadaan. Bagaimana dengan kita? Apakah kita masih percaya bahwa Tuhan menolong dan menyertai kita hingga detik ini? Masihkah percaya dengan kuasa Tuhan yang tidak terbatas? Masihkah kita percaya pada kebaikan Tuhan? Ataukah justru dari hari ke hari kita menjadi ragu kepada Tuhan? Tinggal beberapa saat lagi kita meninggalkan tahun yang lama untuk memulai tahun yang baru. Kiranya di tahun yang baru, iman itu tidak menjadi pudar. Iman kita harus terus menyala-nyala di dalam Tuhan. Sebab dari sekarang dan sampai selama-lamanya, Tuhan selalu menolong kita. Selamat bersukacita di dalam Tuhan di tahun yang baru. Tuhan Yesus memberkati.
Kita sering mencari-cari hadiah Natal untuk keluarga, kerabat atau teman-teman tercinta. Kegiatan mencari yang serasi dan berarti untuk setiap pribadi tidak gampang. Namun ada ’sebuah usulan kado’ yang penuh arti bagi setiap pribadi! Kado yang satu ini mampu menyempurnakan kado yang sudah kita siapkan. Kado ini tidak dijual di toko, kita bisa menghadiahkannya. Ya, setiap saat dan tak perlu membeli! Ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang kita sayangi, yaitu “KEHADIRAN”. Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir di hadapannya lewat SMS, telepon, foto, facebook, instagram, atau WA. Namun dengan berada di sampingnya, kita dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran adalah sangat penting. Lalu dalam kehadiran kita, setidaknya ada 7 hal yang perlu diperhatikan, yaitu “SEPERTI YESUS”, mengikuti teladan YESUS. Seperti Yesus adalah hadiah terbesar bagimu, bagi keluargamu, dan bagi semua orang: Ia HADIR di setiap saat dalam hidupmu. Ia MENDENGARKAN setiap doa-doamu. Ia DIAM tatkala engkau mengomel, mengkritik dan mengatur hidupmu sendiri. Ia memberimu KEBEBASAN untuk memilih dan melakukan. Ia memberimu segala KEINDAHAN ciptaan-Nya yang tersedia di sekelilingmu! Ia senantiasa memberikan TANGGAPAN POSITIF yang jelas dan tulus. Ia selalu bersedia MEMAAFKANMU saat engkau datang kepada-Nya. Ia senantiasa TERSENYUM padamu, ketika engkau merasakan tidak ada pengharapan di tengah-tengah keputusasaan dan keresahan jiwa.
Dari sejak kecil saya senang memelihara anjing. Saya selalu mengajari setiap anjing saya untuk melakukan prilaku-prilaku baik. Misal: makan harus dengan duduk, tidak boleh memakan makanan yang tidak di taruh tempat makannya, dan lainya. Saya berusaha mendidiknya dengan susah payah. Bahkan saya pernah di gigitnya ketika saya mengajari makan di tempatnya. Ketika anjing itu masih kecil pernah saya ikat di tempat tidurnya, karena tidak mau tidur di tempat yang saya buat. Semua kesulitan itu membuahkan hasil. Anjing saya berkali-kali diberi makanan beracun tidak pernah berhasil. Karena Anjing saya tidak mau makan makanan yang tidak ditempatnya. Malah anjing tetangga yang mati. Peristiwa di atas mengingatkan kita. Jika hidup kita ingin mengerti kehendak dan rencana Tuhan, harus siap menerima didikan, teguran Tuhan. Didikan, teguranNya memang tidak enak, tapi memberkati kita. Masih banyak orang Kristen yang mudah sekali tersinggung dan marah ketika mendengar firman Tuhan yang keras. Lalu kita pun mogok tidak mau pergi ke gereja, atau tetap beribadah tapi kita pindah ke gereja lain. Inilah gambaran dari hati yang keras! Kita tidak mau menerima teguran! Hati yang demikian harus dibongkar dan diolah kembali, kalau tidak, meski ditaburi benih firman apa pun juga tetap saja hasilnya akan nihil, sebab firman yang mereka dengar berlalu begitu saja dan tidak tertanam di dalam hati. Yakobus memperingatkan, ’...hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.’ [Yakobus 1:22]. Karena itu milikilah hati yang mau dibentuk dan jangan terus-terusan mengeluh, bersungut-sungut dan memberontak ketika mata bajak Tuhan turun untuk mengolah hidup kita. Tertulis: ’Setiap harikah orang membajak, mencangkul dan menyisir tanahnya untuk menabur? Bukankah setelah meratakan tanahnya, ia menyerakkan jintan hitam dan menebarkan jintan putih, menaruh gandum jawawut dan jelai kehitam-hitaman dan sekoi di pinggirnya?’ [Yesaya 28:24-25]. Perlu kita ingat bahwa proses pembentukan dari Tuhan itu ada waktunya; selama kita mau tunduk, proses itu akan segera selesai. Bila kita punya penyerahan diri penuh kepada Tuhan, aliran-aliran airNya [Roh Kudus] akan dicurahkan atas kita sehingga tanah hati kita menjadi lunak [gembur] dan siap untuk ditaburi benih firmanNya. Alkitab menyatakan bahwa benih ’Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.’ [Lukas 8:15] dan ’...setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.’ [Lukas 8:8].
Setiap memasuki tahun baru banyak orang yang takut dan ragu-ragu untuk melangkah karena melihat situasi dunia yang tidak menentu dalam segala bidang. Ekonomi yang terpuruk, situasi politik yang mencekam, keamanan yang mengkhawatirkan, bencana alam yang silih berganti. Kekhawatiran itu ditambah lagi dengan adanya ramalan-ramalan paranormal yang lebih menakutkan dan berita-berita dalam medsos yang seringkali hoax tetapi sudah terlanjur membuat pembacanya ketakutan. Daud mengatakan bahwa Tuhan menjawab pada saat ia dalam kesesakan dengan mengirim bantuan-Nya dari tempat kudus dan Dia membentenginya. Tuhan akan memberikan apa yang dia kehendaki dan menjadikan berhasil setiap yang dirancangkan. Tuhan memberi kemenangan dan memenuhi segala permintaan. Tuhan menjawab dari sorga-Nya yang kudus dan memberi kemenangan yang gilang gemilang oleh tangan kanan-Nya bagi orang yang diurapi-Nya. Allah akan mengingat segala korban persembahan dan menyukai korban bakaran yang dipersembahkannya. Atas kemenangan yang diberi-Nya, Daud bersorak sorai, mengangkat panji-panji demi Allah dan bermegah dalam nama Tuhan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam tahun baru yang kita masuki. Kita khawatir apa yang akan terjadi dengan usaha/pekerjaan, keluarga, masa depan, kekristenan, dll. Tuhan berjanji akan memenuhi setiap kebutuhkan kita, dalam kesulitan dan masalah yang kita alami, Dia akan memberikan kemenangan. Bagian kita sebagai orang yang diurapi-Nya adalah memberi yang terbaik bagi-Nya, yaitu ketaatan dan keintiman dengan-Nya. Kita memuliakan Tuhan melalui setiap perkataan, perbuatan dan tindakan yang mengharumkan nama-Nya. Marilah kita memasuki tahun ini dengan penuh sukacita dan dengan keyakinan bahwa kita sanggup menanggung segala perkara di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Demonstrasi Kasih Allah
08 Januari '18
Bukan Sisanya
05 Januari '18
Hadiah Natal
20 Desember '17
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang