SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 18 Januari 2018   -HARI INI-
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
  Minggu, 14 Januari 2018
  Sabtu, 13 Januari 2018
  Jumat, 12 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Adakah diri kita sekarang dekat dengan Tuhan atau bahkan sebaliknya jauh dari Tuhan? Datanglah kepada-Nya, maka buah-buah nyata akan muncul dalam hidup kita.
DITULIS OLEH
Sdr. Hendy Agus Wibowo
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Datanglah Kepada Yesus
Datanglah Kepada Yesus
Selasa, 19 Desember 2017
Datanglah Kepada Yesus
Matius 11:28

Sungguh memalukan ketika kita pun harus diberitahu untuk datang kepada Yesus! Pikirkan hal-hal yang menyebabkan kita tidak datang kepada-Nya. “Marilah kepadaKu...” Dalam tiap dimensi di mana kita tidak tulus, kita akan mempersoalkan atau menghindari persoalan daripada datang kepada-Nya. Selama kita masih memiliki sedikit saja rasa tidak hormat secara rohani, itu akan terungkap dalam kenyataan bahwa kita mengharapkan Allah meminta kita untuk melakukan sesuatu yang sangat besar. Padahal yang Allah katakan kepada kita hanyalah, “ Marilah kepadaKu....”

“Marilah kepadaKu..” ketika mendengar perkataan tersebut kita akan mengetahui bahwa sesuatu harus terjadi dalam diri kita sebelum kita dapat datang. Roh Kudus akan menunjukkan apa yang harus kita lakukan, ini mencakup segala halangan yang mencegah kita untuk datang kepada Yesus. Dan kita tidak akan pernah bisa berjalan lebih jauh sebelum kita mempersilahkan Roh Kudus untuk melakukannya karena tanpa Roh Kudus kita tidak dapat datang kepada Yesus. Seperti induk ayam yang selalu membuka sayapnya bagi anak-anaknya untuk melindungi, menaungi, memberikan kehangatan dan kasihnya. Demikian juga halnya Tuhan kita yang tak terkalahkan, tak tertaklukan, tak kenal lelah yang dengan penuh kasih selalu berkata, “Mari...selengkapnya »
Suprapto nampak bersedih hati dan rasa putus asa dalam hidupnya karena menderita sakit paru-paru. Penyebabnya mengkonsumsi rokok secara berlebihan. Suatu saat Yanto sahabat dekatnya datang mengunjungi dan mendoakan dia. Oleh Yanto, mas Suprapto diperkenalkan kepada Tuhan Yesus. Suprapto mau menerima Tuhan Yesus dalam hidupnya dan mau di doakan oleh Yanto. Selesai didoakan mohon kesembuhan dan pengampunan dosa, hidup Suprapto berubah merasa damai sejahtera. Dia mulai mempunyai pengharapan untuk di sembuhkan oleh Tuhan Yesus. Rasa sedih hatinya berganti dengan sukacita dan rasa putusasanya digantikan dengan damai sejahtera. Tema Gereja kita tahun 2018 adalah “ LAKUKAN YANG TERBAIK BUAT KESELAMATAN JIWA–JIWA”. Jika kita ingin memiliki kehidupan seperti mas Yanto yang memiliki kerinduan untuk memenangkan jiwa-jiwa berdosa bagi Tuhan Yesus, maka kita harus memiliki hati Tuhan Yesus. Tanpa kita memiliki hati Tuhan Yesus dan menghidupi hati Tuhan Yesus, mustahil kita bisa menjadi pemenang-pemenang bagi jiwa- jiwa yang berdosa. Pertama, hati Tuhan Yesus yang rindu membuat orang berdosa bertobat [Luk 5 : 32]. Lihatlah waktu Tuhan Yesus diperhadapkan dengan perempuan yang kedapatan berbuat zinah yang seharusnya dihukum mati dengan dilempari batu. Tuhan Yesus tidak menghakimi perempuan tersebut tetapi memberi pengampuan dan menyelamatkan perempuan tersebut dari maut. Tuhan Yesus mengharapkan perempuan tersebut berhenti berbuat dosa dan hidup sesuai dengan kebenaran Allah. Kedua, hati Tuhan Yesus yang rindu mencari dan menyelamatkan yang terhilang [Luk 19:10]. Lihatlah bagaimana Tuhan Yesus memanggil dan menyelamatkan si Zakheus seorang pemunggut cukai yang sangat dibenci oleh masyarakat karena pekerjaannya. Tuhan Yesus mau duduk makan dan mampir ke rumah Zakheus demi menyelamatkan dia yang terhilang dari hadapan Allah karena sibuk cari duit untuk keuntungan dirinya sendiri. Ketiga, hati Tuhan Yesus yang berbelas kasihan [Markus 1:41 ; 6:34]. Lihat bagaimana Tuhan Yesus berbelas kasihan melihat orang lumpuh yang selama 38 tahun menantikan kesembuhan di pinggir kolam Betesdha. Padahal disekeliling pinggir kolam tersebut banyak sekali orang yang sakit menantikan kesembuhan. Namun perhatian dan belas kasihan Tuhan Yesus tertuju kepada orang yang lumpuh itu. Tuhan Yesus mengetahui bahwa dia sudah 38 tahun dalam keadaan seperti itu. Kalau kita memiliki hati seperti Tuhan Yesus, pasti akan banyak jiwa – jiwa orang berdosa, orang yang terhilang dan orang yang menderita sakit akan tertolong, akan terlayani melalui kehidupan kita sepanjang tahun 2018. Sehingga apa yang menjadi tema Gereja kita tahun ini jadi kenyataan.
Alkisah, ada seorang penebang kayu. Suatu hari dia kehilangan kapaknya, sehingga dia tidak bisa bekerja. Dia mencurigai tetangganya yang mencuri kapaknya. Pagi itu ketika sang tetangga berangkat & menutupi peralatan kerjanya dengan kain, rasanya kapaknya pasti disembunyikan disana, apalagi tetangga ini senyumnya terasa tidak tulus. Pasti dia pencurinya. Besoknya, tetangganya bahkan terasa jadi ramah berlebihan karena biasanya jarang menyapa, kali ini menyempatkan berbasa-basi. Apalagi dilihat hasil tebangan kayunya dua hari ini banyak sekali, pasti dia menebang menggunakan kapak curiannya. Semakin dipikir semakin yakin. Pada hari ketiga baru disadari ternyata kapaknya tersimpan di laci dapur. Istrinya yg sedang keluar kota menyimpankan disana. Senang benar hatinya karena kapaknya dapat ditemukan kembali. Dia amati lagi tetangganya yang lewat, dan dia merasa tetangga ini tidak berkelakuan seperti pencuri & senyumnya juga tulus-tulus saja. Bahkan percakapannya terasa sangat wajar dan jujur. Dia heran kenapa kemarin dia melihat tetangganya seperti pencuri? Persepsi membentuk kenyataan, pikiran kita membentuk sudut pandang kita. Apa yang kita yakini akan semakin terlihat oleh kita sebagai kenyataan. Sebagai contoh, apapun yang dilakukan orang yang kita cintai adalah baik dan benar. Anak nakal dianggap lucu, kekasih pelit dianggap berhemat, orang cerewet dibilang perhatian, keras kepala dibilang berprinsip & makanan tidak enak dibilang bergizi. Hidup tidak pernah & tidak ada yang adil, tidak ada benar salah, kita ciptakan sudut pandang kita sendiri. Kita menemukan apa yang kita ingin temukan. Apa yang terlihat bukan kenyataan, kenyataan adalah siapa kita & bagaimana kita memandang semuanya itu. Pandangan kita berubah mengikuti perubahan jaman & keadaan. Firman Tuhan mengajarkan kepada kita orang percaya untuk memiliki pikiran yang benar dan objektif terhadap apapun. Terlebih ditahun yang baru kita jalani ini marilah kita melihat dan mengerjakan sesuatu dengan cara pandang yang benar dan mulia agar tidak terjadi kemunduran. Ada kehidupan yang lebih baik dan senantiasa melihat kejadian hidup dan orang lain dengan pengertian yang benar.
Kunci keberhasilan di tahun ini Yosua 1:8 Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Baru dua minggu kita menjalani tahun 2018. Apakah anda masih ingat resolusi atau rencana atau goal yang anda buat di akhir tahun kemarin? Apakah anda ingin berhasil mewujudkan rencana dan goal itu di tahun ini? Bagaimana supaya usaha dan perjalanan kita di tahun ini berhasil? Firman di atas meneguhkan Yosua ketika akan memasuki Tanah Kanaan. Di hadapannya ada tantangan-tantangan yang besar. Dia harus menyeberangi sungai Yordan, menghadapi orang-orang yang waktu itu menduduki Kanaan dengan kota-kotanya yang kuat [seperti kota Yerikho dengan temboknya yang tebal], juga harus menghadapi orang-orang yang bertubuh raksasa. Apakah dia bisa berhasil mengalahkan semua tantangan itu? Pasti ada perasaan kuatir dan takut menghadapi tantangan yang berat itu. Tetapi Firman Tuhan memberinya kekuatan untuk tidak kuatir dan takut. Firman Tuhan mengingatkan dia akan pentingnya memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan. Firman itu sangat tepat buat kita juga di awal tahun ini. Di hadapan kita ada tantangan-tantangan yang harus kita hadapi. Tuhan tidak ingin kita menyerah menghadapi tantangan apapun. Bukankah Dia adalah Tuhan yang menyertai kita dan yang membuat perjalanan kita berhasil? Namun Dia meminta kita untuk bertindak hati-hati sesuai dengan Firman-Nya. Inilah yang akan menjadi faktor penentu keberhasilan kita. Tuhan sudah menunjukkan caranya agar kita berhasil, yaitu dengan memperkatakan dan merenungkan Firman Tuhan. Penting sekali bagi kita untuk mengucapkan Firman itu di mulut kita. Apa yang kita ucapkan itu berkuasa. Dengan mengucapkan Firman itu berarti kita mengaminkan dan mengikuti kebenaran dari Firman itu. ’Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.’ [Ulangan 30:14] Marilah membiasakan diri untuk memperkatakan Firman Tuhan. Dengan kita memperkatakan Firman Tuhan, kita sedang mempersiapkan jalan menuju keberhasilan. Tuhan memberkati kita. Pdt. Goenawan Susanto
Setiap memasuki tahun baru banyak orang yang takut dan ragu-ragu untuk melangkah karena melihat situasi dunia yang tidak menentu dalam segala bidang. Ekonomi yang terpuruk, situasi politik yang mencekam, keamanan yang mengkhawatirkan, bencana alam yang silih berganti. Kekhawatiran itu ditambah lagi dengan adanya ramalan-ramalan paranormal yang lebih menakutkan dan berita-berita dalam medsos yang seringkali hoax tetapi sudah terlanjur membuat pembacanya ketakutan. Daud mengatakan bahwa Tuhan menjawab pada saat ia dalam kesesakan dengan mengirim bantuan-Nya dari tempat kudus dan Dia membentenginya. Tuhan akan memberikan apa yang dia kehendaki dan menjadikan berhasil setiap yang dirancangkan. Tuhan memberi kemenangan dan memenuhi segala permintaan. Tuhan menjawab dari sorga-Nya yang kudus dan memberi kemenangan yang gilang gemilang oleh tangan kanan-Nya bagi orang yang diurapi-Nya. Allah akan mengingat segala korban persembahan dan menyukai korban bakaran yang dipersembahkannya. Atas kemenangan yang diberi-Nya, Daud bersorak sorai, mengangkat panji-panji demi Allah dan bermegah dalam nama Tuhan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam tahun baru yang kita masuki. Kita khawatir apa yang akan terjadi dengan usaha/pekerjaan, keluarga, masa depan, kekristenan, dll. Tuhan berjanji akan memenuhi setiap kebutuhkan kita, dalam kesulitan dan masalah yang kita alami, Dia akan memberikan kemenangan. Bagian kita sebagai orang yang diurapi-Nya adalah memberi yang terbaik bagi-Nya, yaitu ketaatan dan keintiman dengan-Nya. Kita memuliakan Tuhan melalui setiap perkataan, perbuatan dan tindakan yang mengharumkan nama-Nya. Marilah kita memasuki tahun ini dengan penuh sukacita dan dengan keyakinan bahwa kita sanggup menanggung segala perkara di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita.
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Bukan Efek Soda
28 Desember '17
Hadiah Natal1
27 Desember '17
Kemenangan Di Tahun Baru
03 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang