SEPEKAN TERAKHIR
  Senin, 18 Juni 2018   -HARI INI-
  Minggu, 17 Juni 2018
  Sabtu, 16 Juni 2018
  Jumat, 15 Juni 2018
  Kamis, 14 Juni 2018
  Rabu, 13 Juni 2018
  Selasa, 12 Juni 2018
POKOK RENUNGAN
Tuaian yang berlibat ganda hanya di hasilkan oleh setiap Hati yang terbuka untuk Tuhan
DITULIS OLEH
Pdm. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menyiapkan Lahan Hati
Menyiapkan Lahan Hati
Selasa, 09 Januari 2018
Menyiapkan Lahan Hati
Hosea 10:12

Dari sejak kecil saya senang memelihara anjing. Saya selalu mengajari setiap anjing saya untuk melakukan prilaku-prilaku baik. Misal: makan harus dengan duduk, tidak boleh memakan makanan yang tidak di taruh tempat makannya, dan lainya. Saya berusaha mendidiknya dengan susah payah. Bahkan saya pernah di gigitnya ketika saya mengajari makan di tempatnya. Ketika anjing itu masih kecil pernah saya ikat di tempat tidurnya, karena tidak mau tidur di tempat yang saya buat. Semua kesulitan itu membuahkan hasil. Anjing saya berkali-kali diberi makanan beracun tidak pernah berhasil. Karena Anjing saya tidak mau makan makanan yang tidak ditempatnya. Malah anjing tetangga yang mati.

Peristiwa di atas mengingatkan kita. Jika hidup kita ingin mengerti kehendak dan rencana Tuhan, harus siap menerima didikan, teguran Tuhan. Didikan, teguranNya memang tidak enak, tapi memberkati kita. Masih banyak orang Kristen yang mudah sekali tersinggung dan marah ketika mendengar firman Tuhan yang keras. Lalu kita pun mogok tidak mau pergi ke gereja, atau tetap beribadah tapi kita pindah ke gereja lain. Inilah gambaran dari hati yang keras! Kita tidak mau menerima teguran! Hati yang demikian...selengkapnya »
Pernahkah kita memperhatikan bahwa di hampir semua mall yang ada di seluruh Indonesia ?. Saat masuk ke konter sepatu dan sandal, hampir bisa dipastikan ada merek Yongki Komaladi di sana. Bahkan, tak jarang merek asli Indonesia ini berdampingan dengan merek-merek luar yang sudah tak asing lagi. Namun, merek ini tetap mampu “percaya diri”. Dan hasilnya, memang bukan sekadar “mejeng” di toko. Produknya laris manis. Padahal, bisa dikatakan, sang pemilik usaha yang memiliki nama sama dengan mereknya Yongki Komaladi ini, memulai semua dari nol, sekitar dua dekade lalu.Ia mengawali berbisnis sepatu nyaris tanpa rencana. Kala itu, ia bekerja di sebuah Departement Store. Atasannya mengeluhkan kurangnya stok sepatu dan ia “ditantang” untuk memenuhi. “Mengetahui latar belakang Ia yang 10 tahun jadi peragawan, Ia ditawari mendesain sepatu dan sekaligus membuatnya. Dia pikir, kenapa tidak dicoba? Toh, Ia juga senang menggambar dan mengikuti tren mode. Karena membutuhkan merek, atasannya minta agar memakai nama Yongki Komaladi saja.“Awalnya Ia tidak percaya diri, rasanya agak aneh. Nama Yongki mungkin saja masih oke. Tapi, tambah “Komaladi” Panjang sekali. Tapi ada teman yang mengatakan, kenapa tidak dicoba. Lantas, Ia kerjakan sungguh-sungguh, sembari berpromosi bahwa inilah produk Indonesia. Ia juga kerja sama dengan banyak rekannya yang orang-orang fashion,” ujarnya berkisah. Ia berhasil mendobrak dominasi produk asing karena selalu menjaga kualitas dan berani tampil beda. Dan, ada satu hal lagi yang barangkali tidak banyak orang tahu. Yakni, ia dan semua pekerjanya, saat mengerjakan sepatu dan sandal, selalu “diwajibkan” untuk mengawali dengan doa. Doa yang dipanjatkan pun tak main-main. Setiap orang yang membeli produknya, selalu didoakan agar selalu penuh berkah, dimudahkan jalannya, banyak rezeki, sehat, dan bahagia. “Doa itu, orang nggak perlu tahu, tapi biasanya kalau orang pakai itu pasti nyaman,” sebut pria yang selalu bersemangat saat menceritakan kisah hidupnya ini. “Dan, Ia memang selalu menekankan, kalau tujuan kita baik, pasti Tuhan tidak akan menutup mata.”Mungkin sedikit di luar kelaziman.Tapi, itulah sosok Yongki yang memang berani tampil beda. Dan, barangkali, itu jugalah yang menjadikan ia mampu mendobrak pasar. Ia menyebutkan: “Dengan desain yang dianggap ‘aneh’, beberapa kali UKM yang Ia ajak kerja sama malah complain. Kata mereka, karena nggak lazim, pasti nggak laku. Tapi Ia lihat, model-model yang seperti itu di Eropa banyak yang pakai. Jadi saya tetap coba aplikasikan,” Dengan dilandasi oleh doa, ia yakin produknya bisa diterima pasar. Kisah Inspiratif Yongki Komaladi] Setiap orang punya kesempatan untuk berdoa. Namun terkadang jarang meluangkan waktu untuk berdoa sebab kita menganggap kita mampu. Namun orang yang menyadari akan ketidak mampuan mereka akan berdoa dan mendoakan apa yang menjadi tujuannya hingga tercapai. Oleh karenanya jangan berhenti berharap dan berdoa meskipun kita sudah punya.
Sudah berapa lama kita menjadi orang Kristen ? Apa yang sudah kita lakukan bagi Tuhan dan Sesama ? Apakah kita selama ini masih memikirkan diri sendiri, keluarga sendiri, perusahaan/bisnis sendiri ? Kalaupun melayani juga sesungguhya hanya untuk diri sendiri, seperti popularitas diri sendiri, dll, yang selalu hanya fokus kepada diri sendiri. Ataukah sebaliknya rela mengorbankan diri demi kepentingan, kemajuan, membangun orang orang lain, pihak lain. Pernahkan kita berpikir untuk berbuah bagi Tuhan ? Berbuah berarti bermanfaat, berdampak, menjadi berkat, membawa berkat bagi orang lain. Pernahkan kita melihat pohon blimbing makan buahnya sendiri ? Ataupun buah apapun makan buahnya sendiri ? Buah yang dihasilkan oleh sebuah pohon selalu akan dinikmati oleh pihak lain. Entah itu binatang, entah itu manusia. Buah juga berguna untuk memperbanyak/multiplikasi diri. Artinya menjadikan lebih banyak yang sama/serupa, dan tidak pernah terjadi dengan berbuah pohon itu akan menggemukan diri sendiri. Jadi yang dimaksud dengan berbuah disini adalah: Pertama, menjadi berkat, berdampak, bermanfaat bagi orang-orang di lingkungannya. Semuanya tadi dapat kita lakukan melalui perkataan, pikiran, uluran tangan, tenaga, bahkan harta kita. Kedua, memperbanyak diri sendiri. Maksudnya menjadikan orang lain/sesama menjadi murid Kristus seperti kita, yang juga dapat menjadi berkat, berdampak, bermanfaat bagi lingkungannya, untuk kemudian memuridkan orang lain. Tuntunan firman Tuhan bagi kita untuk menghasilkan buah sangat jelas. Tidak alasan bagi kita untuk berdalih tidak tahu, tidak bisa. Hanya ada satu cara untuk dapat menjadi berkat, berdampak, bermanfaat, bagi lingkungan kalau kita mau. Sesungguhnya berbuah merupakan kerinduan Tuhan Yesus sendiri atas hidup kita. Maka kata Tuhan: ”Tinggalah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu. Maka ia akan berbuah banyak.
Sang waktu berlalu tak pernah menunggu.... Tenang, tepat terus melaju..... Tertinggal kita akan termangu...... Alam semesta seolah membisu..... Demikian perasaan seseorang yang kehilangan kesempatan karena kelalaiannya, kealpaannya. Kecewa terhadap diri sendiri, hanya bisa merenungi nasib yang seakan tidak berpihak kepada dirinya. Rasul Paulus mengatakan dalam suratnya kepada Jemaat di Galatia, selama kita masih memiliki kesempatan, hendaklah kita berbuat kebaikan kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan seiman. [ayat 10]. Dalam bahasa aslinya, kata kesempatan mempergunakan kata “καιρός” [kairos], yang berbicara tentang periode waktu tertentu, kesempatan/momentum yang kalau sudah lewat tidak akan kembali lagi. Terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata yang berarti waktu yang tepat, pantas, menguntungkan. Dari perikop surat Rasul Paulus kepada jemaat Galatia ini, kita bisa belajar bagaimana berbuat baik selama kita masih memiliki kesempatan, yaitu : 1. Memberikan bimbingan, tuntunan, teguran dengan lemah lembut jika kita tahu ada yang “melenceng” dari kebenaran. [ayat 1] 2. Memberikan perhatian, bantuan kepada mereka yang membutuhkan atau sebaliknya mau menerima bantuan kala kita membutuhkan. Jangan kita merasa sombong, paling berarti sehingga merasa tidak perlu menerima pertolongan orang lain. [ayat 2,3] 3. Tidak melupakan “Hamba Tuhan” yang telah memberikan pengajaran Firman Tuhan sehingga kita dapat memuridkan orang lain. [ayat 6] 4. Jangan jemu berbuat baik karena akan tiba saatnya kita akan menuai.[ayat 9] Mari kita pergunakan kesempatan untuk berbuat baik terutama untuk keselamatan jiwa-jiwa. Kesempatan sekecil apapun jangan kita sia-siakan. Bagikan berita keselamatan lewat kesaksian hidup kita melalui tutur kata ataupun perbuatan. Amin.
Keselamatan keluarga kita Kisah Para Rasul 16:31 ’Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat, engkau dan seisi rumahmu.’ Saya yakin bahwa anda ingin memberikan yang terbaik buat keluarga anda. Anda pasti ingin anak-anak anda mendapatkan pendidikan di sekolah yang terbaik. Anda pasti ingin rumah dimana keluarga anda tinggal adalah rumah yang nyaman. Anda pasti ingin memberikan apa yang dibutuhkan oleh keluarga anda. Itu semua baik, tetapi ada satu hal yang paling penting, yaitu keselamatan keluarga anda. Rencana keselamatan Allah bukan hanya untuk kita secara pribadi, tetapi juga untuk keluarga kita. Dalam banyak kasus orang-orang yang diselamatkan oleh Allah melibatkan seluruh keluarganya. Berikut ini ada beberapa contoh di dalam Alkitab: - Abraham dipanggil bersama dengan seluruh keluarganya untuk menjadi cikal bakal umat pilihan Allah. Setiap anak yang lahir di dalam keluarga Abraham dan keturunannya [Israel] harus disahkan menjadi anggota umat Allah [bagi yang laki-laki sebagai tandanya mereka disunat]. - Rahab, seorang penduduk kota Yerikho yang menyambut pengintai dari Israel, diselamatkan bersama dengan seluruh keluarganya [Yosua 6:23]. - Kornelius, seorang perwira pasukan Italia diselamatkan bersama dengan seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 10:1-48]. - Lidia, seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:15]. - Kepala penjara di Filipi diselamatkan bersama seisi rumahnya [Kisah Para Rasul 16:31-34]. - Krispus, kepala rumah ibadat Yahudi yang ada di kota Korintus, diselamatkan bersama keluarganya [Kisah Para Rasul 8:8] Dahulu pada waktu masih remaja saya menerima Kristus sebagai Juruselamat pribadi, tetapi saya belum mengerti janji Tuhan ini. Tetapi ada seorang hamba Tuhan yang memberi tahu tentang kebenaran Alkitab ini. Lalu saya menjadi yakin akan kebenaran ini, sehingga dengan penuh semangat mendoakan seluruh keluarga saya agar diselamatkan oleh Tuhan. Akhirnya seluruh keluarga saya menjadi percaya dan diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Milikilah keyakinan bahwa Allah menghendaki dan merencanakan seluruh keluarga anda diselamatkan oleh Tuhan Yesus. Amin. Pdt. Goenawan Susanto
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Semangat Berbagi Hidup
27 Mei '18
Jangan Lupakan Doa
14 Juni '18
Pribadi Roh Kudus
23 Mei '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang