SEPEKAN TERAKHIR
  Kamis, 18 Januari 2018   -HARI INI-
  Rabu, 17 Januari 2018
  Selasa, 16 Januari 2018
  Senin, 15 Januari 2018
  Minggu, 14 Januari 2018
  Sabtu, 13 Januari 2018
  Jumat, 12 Januari 2018
POKOK RENUNGAN
Tuaian yang berlibat ganda hanya di hasilkan oleh setiap Hati yang terbuka untuk Tuhan
DITULIS OLEH
Bp. Andreas T. Loso
Rohaniwan Pusat
Renungan Lain oleh Penulis:
Home  »  Renungan  »  Menyiapkan Lahan Hati
Menyiapkan Lahan Hati
Selasa, 09 Januari 2018
Menyiapkan Lahan Hati
Hosea 10:12

Dari sejak kecil saya senang memelihara anjing. Saya selalu mengajari setiap anjing saya untuk melakukan prilaku-prilaku baik. Misal: makan harus dengan duduk, tidak boleh memakan makanan yang tidak di taruh tempat makannya, dan lainya. Saya berusaha mendidiknya dengan susah payah. Bahkan saya pernah di gigitnya ketika saya mengajari makan di tempatnya. Ketika anjing itu masih kecil pernah saya ikat di tempat tidurnya, karena tidak mau tidur di tempat yang saya buat. Semua kesulitan itu membuahkan hasil. Anjing saya berkali-kali diberi makanan beracun tidak pernah berhasil. Karena Anjing saya tidak mau makan makanan yang tidak ditempatnya. Malah anjing tetangga yang mati.

Peristiwa di atas mengingatkan kita. Jika hidup kita ingin mengerti kehendak dan rencana Tuhan, harus siap menerima didikan, teguran Tuhan. Didikan, teguranNya memang tidak enak, tapi memberkati kita. Masih banyak orang Kristen yang mudah sekali tersinggung dan marah ketika mendengar firman Tuhan yang keras. Lalu kita pun mogok tidak mau pergi ke gereja, atau tetap beribadah tapi kita pindah ke gereja lain. Inilah gambaran dari hati yang keras! Kita tidak mau menerima teguran! Hati yang demikian...selengkapnya »
Dihargai dan dipulihkan Yesaya 43:1, 4a [1] Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau, hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: ’Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku. [4] Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, ..... Satu minggu kita sudah menjalani tahun 2018. Di depan kita ada hari-hari yang penuh ketidakpastian. Firman Tuhan di atas memberi kita kekuatan agar kita tidak takut menjalani hari-hari di depan kita. Bangsa Israel pernah mengalami hari-hari yang penuh kesulitan, oleh karena kesalahan mereka sendiri. Mereka meninggalkan Tuhan dan berpaling kepada illah-illah lain. Maka Tuhan menyerahkan mereka kepada bangsa lain yang menindas mereka. Yerusalem dikepung oleh tentara Babel dan akhirnya jatuh ke tangan bangsa asing itu. Mereka ditawan dan diangkut ke negeri Babel dan di sana dipekerjakan sebagai budak. Dalam kondisi itu harga diri mereka terinjak-injak. Mereka dipermalukan dan dihina. ’Katanya punya Allah yang perkasa, kok kalah? Katanya umat pilihan dari segala bangsa, kok malah jadi budak?’ Mereka menjadi bangsa yang kehilangan harga diri. Martabat mereka direndahkan. Suatu penderitaan yang sangat memedihkan hati dialami oleh umat Allah. Allah mengutus nabi Yesaya untuk menyampaikan berita tentang kelepasan dan pemulihan. ’Biarpun harga dirimu telah jatuh, dan engkau merasa dirimu tak berharga, tetapi engkau tetap milik-Ku. Engkau tetap berharga dimataKu,’ kata Firman Tuhan. Bagi saudara yang merasa terhina, yang merasa harga dirinya sedang terinjak-injak, Tuhan sedang berbicara kepada saudara, bahwa engkau berharga di mata-Nya. Tuhan akan memulihkan keadaanmu. Jika engkau menyerahkan hidupmu kepada-Nya, Dia akan mengangkat engkau, sehingga engkau tidak akan lagi dipermalukan. Bacalah Yesaya 49:7, ’Beginilah firman TUHAN, Penebus Israel, Allahnya yang Mahakudus, kepada dia yang dihinakan orang, kepada dia yang dijijikkan bangsa-bangsa, kepada hamba penguasa-penguasa: ’Raja-raja akan melihat perbuatan-Ku, lalu bangkit memberi hormat, dan pembesar-pembesar akan sujud menyembah, oleh karena TUHAN yang setia oleh karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang memilih engkau.’ Pdt. Goenawan Susanto
Kata “Anugerah” berarti pemberian dari pihak yang “lebih tinggi” kepada yang “lebih rendah” atau dari tuan kepada hamba. Jika kata tersebut dihayati dalam “kacamata” iman, maka kata “anugerah” tersebut menjadi sangat dalam. Bukan hanya sekedar pemberian yang asal diberikan oleh Tuhan, namun di balik pemberian tersebut ada rencana yang tidak dapat dimengerti dengan akal budi manusia. Agar manusia senantiasa berpengharapan serta menerima curahan anugerah-Nya, maka mereka harus menerima Tuhan dengan kesungguhan. Tuhan sangat mengasihi Daud. Kepemimpinan Daud bukan hanya untuk suku Yehuda, sehingga Tuhan berkenan mengangkat Daud menjadi pemimpin atas Israel. Kekuasaan yang awalnya dari lingkup kecil [terbatas], sekarang meluas kepada bangsa besar [ayat 3]. Inilah bukti anugerah Tuhan yang tidak terselami akal budi manusia, yaitu Tuhan menggunakan Daud menjadi raja atas suku-suku bangsa Israel. Kehidupan Daud sekarang bukan untuk sukunya sendiri, tetapi meluas ke seluruh suku Israel [ayat 9-10]. Menerima anugerah dari Tuhan adalah berkat besar bagi diri sendiri, namun sebenarnya di balik anugerah yang diterima secara individu ada maksud dan rencana Tuhan yang lebih luas, bukan saja dalam area pribadi tetapi mencakup area yang luas. Daud menerima anugerah kepemimpinan dari Tuhan, secara individual Daud diberkati, tetapi di balik penganugerahan itu Tuhan ingin agar tidak saja suku Yehuda yang diberkati, tetapi kepada semua suku Israel. Jadi Anugerah yang diterima orang percaya harus dirasakan pula oleh sesama sebagai perwujudan kasih sejati seperti yang dikehendaki Tuhan. Relasi yang harmonis antara orang percaya dengan Tuhan berdampak terhadap kehidupan yang lebih luas. Anugerah tersebut memang menjadi milik personal, namun harus dimanfaatkan untuk menyatakan kasih Tuhan kepada sesama. Dengan demikian bangunan spiritualitas yang terjadi adalah karakter hidup menghamba [bnd. 2 Korintus 12:2-10]. Dengan memperingati Natal, maka kita kembali diingatkan bahwa kita menerima anugerah keselamatan dari Allah dan supaya kita mewartakan kepada banyak orang. Selamat Natal dan selamat menjadi berkat.
Suatu saat ada seorang penjual ember berjalan berkeliling keluar masuk gang di perkampungan sambil menawarkan barang dagangannya. Bahkan si penjual ember itu kadang berhenti sejenak kemudian “mendemonstrasikan” ember, barang dagangannya itu dengan membanting-bantingkannya di tanah bahkan membentur-benturkan satu ember dengan ember lainnya. Penjual ember itu melakukan semua untuk membuktikan bahwa barang dagangannya itu merupakan produk kualitas unggul. Selain itu sebagai bukti bahwa ember yang tidak mudah pecah, sehingga harapannya adalah supaya banyak orang membeli ember, barang dagangannya itu. Berbicara demonstrasi adalah soal memastikan, meyakinkan sesuatu kepada orang banyak. Demikian juga dengan Allah, bahwa Dia menyatakan anugerahNya, sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh manusia berdosa. Kebutuhan manusia berdosa yang utama bukanlah kehormatan, kekayaan, kejayaan, dsb., tetapi hanyalah pembebasan atau kemerdekaan dari belenggu dosa. Allah mengerti kebutuhan manusia yang utama, yaitu keselamatan dan kemenangan sehingga hidup ini terasa lepas dan bergairah dengan sukacita penuh dengan shalom, damai sejahtera. Oleh sebab itu tindakan Allah untuk manusia berdosa adalah menyatakan kasih-Nya yang besar, yaitu Allah “mendemonstrasikan” kasih-Nya yang besar itu dengan mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya barang siapa yang percaya akan kasih Allah itu, yaitu putera-Nya yang tunggal maka akan selamat. Yesus yang datang ke dunia adalah anugerah Allah Bapa bagi semua manusia. Yesus adalah tindakan kasih Allah. Yesus yang datang ke dunia adalah hati Allah yang terbuka kepada siapa pun tanpa “pandang bulu atau tebang pilih”. Kasih Allah itu untuk semua suku bangsa dengan tidak memandang kaya-miskin, pandai-tidak pandai, punya kedudukan atau tidak, punya gelar atau tidak, bahkan para yatim piatu, gelandangan, cacat permanen, dan semua manusia tanpa terkecuali mendapatkan hadiah keselamatan yaitu hadirnya Yesus, Putera Allah untuk semua manusia. Saudara kekasih Tuhan, marilah kita menghayati makna natal kali ini. Sudahkah kita menerima dengan meyakini bahwa Yesus adalah anugerah Allah? Keselamatan telah datang bagi diri pribadi kita. Kemudian marilah kita yang telah menerima “demonstrasi” kasih Allah itu kita dengungkan dan wartakan kepada banyak orang yang masih hidup dalam kesuraman dunia ini. Mari tunjukkan gaya hidup kita yang ceria dan tanpa beban, penuh pengampunan dan cintakasih kepada sesama manusia. Selamat natal.
Bulan pertama di tahun yang baru, orang menyambutnya dengan ucapan, ’Happy New Year!’ Dengan amunisi semangat yang masih menjulang tinggi, tersemat harapan bahwa tahun yang baru akan disarati oleh segala yang membawa kebaikan, kebahagiaan dan keberhasilan. Tidak sulit bagi kita untuk tersenyum lebar dan bersikap optimis menyambut tahun yang baru apabila kondisi fisik, psikis atau ekonomi kita relatif stabil. Namun pada kenyataannya hidup ini tidak sesederhana itu. Bagi sebagian orang, langkah awal menyambut tahun baru tidak seideal yang diharapkan. Ada yang mengawali langkah di tahun baru dengan masalah keluarga yang bagai benang kusut. Ada yang mengawali tahun dengan deraan penyakit yang belum juga sembuh. Ada yang memulai tahun dengan lilitan utang yang tak kunjung berkurang. Ada yang terjerat perkara-perkara rumit yang masih gelap juntrungnya. Lalu bagaimana bisa menatap bulan-bulan ke depan dengan optimis? Masih berlakukah ’Happy New Year’ dalam situasi begini? Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa [Markus 2:17]. Kristus hadir di hidup kita justru karena kita ini manusia yang rentan. Mudah jatuh dalam dosa. Mudah terjerat masalah. Mudah sakit. Mudah putus asa. Justru karena itulah kita memerlukan Yesus Kristus sang Penyelamat, Raja Damai. Dia tahu kita tak mungkin bertahan tanpa kehadiran-Nya, karena itulah Ia rela merendahkan diri-Nya sedemikian rupa dan datang kepada kita. Berbahagialah setiap manusia yang menanggapi panggilan-Nya sebab dengan demikian jiwanya akan mendapat ketenangan, ’Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.’[Matius 11:28]
BARCODE BBM CHANNELS
RENUNGAN HARIAN
Tuhan Tidak Mencibir
04 Januari '18
Melupakan Yang Di Belakang
10 Januari '18
Kemenangan Di Tahun Baru
03 Januari '18
Copyright © 2012 All rights reserved. Designed and Developed by GIA Dr. Cipto Semarang